Drone AS yang Direbut Beijing di Laut China Selatan Dicap Mata-mata

Senin, 19 Desember 2016 - 12:24 WIB
Drone AS yang Direbut...
Drone AS yang Direbut Beijing di Laut China Selatan Dicap Mata-mata
A A A
BEIJING - Drone bawah laut atau unmanned underwater vehicles (UUV) Amerika Serikat (AS) yang direbut kapal perang China di Laut China Selatan dianggap sebagai bagian dari upaya mata-mata AS di kawasan sengketa tersebut. Anggapan itu muncul dari media pemerintah China dan para ahli.

UUV AS direbut kapal perang China pada hari Kamis pekan lalu. Insiden ini merupakan yang pertama kali sepanjang ketegangan kedua negara yang terjadi selama ini.

Pentagon menuntut Beijing mengembalikan UUV itu. Sedangkan China berjanji akan mengembalikannya setelah penyelidikan tuntas.

Media pemerintah China, People Daily yang dikelola Partai Komunis, dalam laporannya hari Senin (19/12/2016) menyatakan bahwa UUV yang dioperasikan kapal oseanografi USNS Bowditch adalah “pelaku serial” untuk operasi mata-mata terhadap China.

”Mengecilkan tindakan dari kendaraan tak berawak tidak dapat menutupi maksud sebenarnya dari latar belakang,” tulis media itu. ”Drone yang melayang ke permukaan di Laut China Selatan adalah puncak gunung es dari strategi militer AS, termasuk terhadap China,” lanjut laporan tersebut yang dikutip Reuters.

Pentagon sudah membela diri terkait operasi drone bawah laut atau drone selam tersebut. Menurut Pentagon, operasi UUV-nya sah karena berlangsung di perairan internasional. UUV itu diklaim Pentagon beroperasi untuk mengumpulkan data tentang salinitas, suhu dan kejelasan dari perairan yang berjarak sekitar 50 mil laut sebelah barat laut dari Subic Bay, Filipina.

Tapi, Ma Gang, profesor di Universitas Pertahanan Nasional Tentara Pembebasan Rakyat, mengatakan kepada China Daily bahwa USNS Bowditch terkenal sebagai kapal pengintai militer yang telah memata-matai perairan pesisir China sejak 2002.

”Data Oceanic sangat penting untuk formasi kapal, rute kapal selam dan perencanaan pertempuran," kata Ma. ”Oleh karena itu, ini normal bagi Angkatan Laut China untuk mencurigai kegiatan Bowditch ini mengingat pengalaman di masa lalu.”
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
3 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
5 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
5 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
6 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
7 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
7 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved