Duterte Tolak Bebaskan Lebih Banyak Tahanan Komunis Filipina

Minggu, 11 Desember 2016 - 23:10 WIB
Duterte Tolak Bebaskan...
Duterte Tolak Bebaskan Lebih Banyak Tahanan Komunis Filipina
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menolak tuntutan pemberontak komunis Filipina, Front Demokratik Nasional yang meminta agar Pemerintah Filipina membebaskan lebih banyak anggota mereka yang saat ini masih berada di dalam tahanan. Pembebasan tahanan ini adalah bagian dari gencatan senjata antara pemerintah dengan pemberontak.

"Saya ingin mereka memulai pembicaraan, tapi mereka meminta saya untuk membebaskan 130 lebih tahanan. Jadi, saya mengatakan kepada mereka, tidak, saya tidak bisa," kata Duterte saat mengunjungi sebuah pangkalan militer di utara Manila, Minggu (11/12).

Menurut Duterte, ia sudah membuat cukup konsesi dengan pemberontak komunis. Sebelum dimulainya kembali perundingan perdamaian di Oslo pada bulan Agustus lalu, Duterte membebaskan 22 pemimpin pemberontak, termasuk dua komandan senior. Bulan lalu, Duterte juga membebaskan 4 tahanan tua karena sakit dan atas dasar kemanusiaan.

Tapi, para pemimpin pemberontak menuntut pembebasan 130 tahanan lagi. "Sekarang, terserah kepada mereka, apakah mereka akan mengakhiri pembicaraan damai. Biarkan mereka menghentikannya. Saya telah membebaskan pemimpin mereka, apa lagi yang Anda minta dari kami?" lanjut Duterte, seperti dikutip dari Reuters.

Selama beberapa dekade, Pemerintah Filipina dengan Front Demokratik Nasional telah mengadakan perundingan perdamaian, tetapi tidak berhasil. Pembebasan tahanan politik telah terbukti menjadi batu sandungan utama.

Sejak pemberontakan meletus hampir lima dekade yang lalu, setidaknya telah 40.000 orang tewas. Pemberontakan ini telah menghambat pertumbuhan di daerah pedesaan yang kaya sumber daya.
(esn)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
41 menit yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
1 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
2 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
3 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
4 jam yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
5 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved