PBB Desak Suu Kyi Kunjungi Rakhine untuk Lindungi Rohingya

Jum'at, 09 Desember 2016 - 09:16 WIB
PBB Desak Suu Kyi Kunjungi...
PBB Desak Suu Kyi Kunjungi Rakhine untuk Lindungi Rohingya
A A A
NEW YORK - PBB mendesak pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi untuk mengunjungi negara bagian Rakhine untuk meyakinkan warga sipil Rohingya bahwa mereka dilindungi pemerintah. Desakan untuk Suu Kyi muncul di tengah tuduhan bahwa tentara Myanmar telah memperkosa perempuan Muslim Rohingya, membakar rumah dibakar dan membunuh warga sipil dari etnis minoritas itu.

Militer dan pemerintah Myanmar telah menolak tuduhan-tuduhan yang disuarakan warga Rohingya dan kelompok-kelompok HAM. Berbagai laporan, termasuk pengakuan warga Rohingya mengatakan bahwa militer Myanmar melakukan kekerasan di sejumlah wilayah di Rakhine sebagai respons terhadap serangan terkoordinasi di tiga pos perbatasan pada 9 Oktober yang menewaskan sembilan polisi Myanmar.

Baca:
Muslim Rohingya: Militer Myanmar Membunuh tanpa Ampun


Suu Kyi pada pekan lalu menuduh masyarakat internasional memicu kebencian antara umat Buddha dan Muslim di Rakhine, wilayah barat laut Myanmar.

”Penolakan oleh otoritas Myanmar untuk mengambil sikap tegas terhadap kelompok garis keras, dan mengadopsi pendekatan defensif ketimbang proaktif untuk memberikan keamanan pada penduduk setempat, telah menyebabkan frustrasi bagi warga lokal dan kekecewaan bagi (masyarakat) internasional,” kata Vijay Nambiar, penasihat khusus Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, dalam sebuah pernyataan soal desakan bagi Suu Kyi agar menyambangi warga Rohingya, sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (9/12/2016).

”Hanya dengan menanggapi secara konkret untuk masalah ini, pemerintah dapat menyelesaikan krisis dan mempertahankan diri di (komunitas) internasional,” ujar Nambiar. Menurutnya, Suu Kyi seharusnya mengunjungi Maungdaw dan Buthidaung, dua wilayah di Rakhine, tempat kekerasan terhadap warga Rohingya terjadi.

Sejumlah laporan dari kelompok HAM menyatakan, tindakan keras militer Myanmar di negara bagian Rakhine telah menewaskan sedikitnya 86 orang dan membuat 10 ribu warga Rohingya melarikan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh.

Krisis Rohingya juga menjadi tantangan bagi Suu Kyi yang meraih Hadiah Nobel Perdamaian yang sudah berjanji untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional.
(mas)
Berita Terkait
PBB Khawatir Nasib Rohingya...
PBB Khawatir Nasib Rohingya di Myanmar Kian Terpuruk setelah Kudeta
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
7 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
9 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
10 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
12 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
12 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
14 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved