Warga Miami Turun ke Jalan Rayakan Wafatnya Fidel Castro

Minggu, 27 November 2016 - 00:31 WIB
Warga Miami Turun ke...
Warga Miami Turun ke Jalan Rayakan Wafatnya Fidel Castro
A A A
MIAMI - Warga Kuba-Amerika membanjiri jalan-jalan di Little Havana, Miami, sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Mereka merayakan kematian mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro.

Miami Herald melaporkan orang-orang membunyikan klakson, memukul panci, melambaikan bendera Kuba dan menyalakan kembang api. Dalam sorak sorai dan lagu, mereka mengecam Castro dan Presiden Kuba Raul Castro, yang mengumumkan kematian kakaknya.

"Ini adalah saat yang begitu banyak masyarakat kami telah tunggu sejak aku bisa mengingat, sejak aku masih anak-anak," kata Carlos Curbelo, seorang Republikan yang orang tuanya melarikan diri dari Kuba kepada Miami Herald.

"Semua orang sudah menunggu saat ini karena mereka percaya itu akan menjadi awal dari akhir mimpi buruk, dan saya pikir itu adalah saat ini: Membuka pintu untuk masa depan yang lebih cerah," imbuhnya seperti dikutip dari Time, Minggu (27/11/2016).

Sementara itu Senator Florida Marco Rubio, yang keluarganya berimigrasi ke Amerika Serikat (AS) dari Kubva, mengeluarkan teguran tegas kepada mantan pemimpin Kuba dan warisannya.

"Sayangnya, kematian Fidel Castro tidak berarti kebebasan bagi rakyat Kuba atau keadilan bagi para aktivis demokrasi, pemimpin agama, dan lawan-lawan politik ia dan saudaranya telah dipenjarakan dan dianiaya. Diktator telah meninggal, namun kediktatoran belum," kata Rubio dalam sebuah pernyataan.

"Dan satu hal yang jelas, sejarah tidak akan membebaskan Fidel Castro; itu akan mengingatnya sebagai suatu kejahatan, diktator pembunuh yang ditimbulkan kesengsaraan dan penderitaan rakyatnya sendiri," sambungnya.

Carlos Gimenez, walikota Miami-Dade County, meminta warga untuk berdemonstrasi secara damai. "Kematiannya menutup sebuah bab yang sangat menyakitkan bagi rakyat Kuba dan warga Kuba-Amerika di seluruh dunia, termasuk bagi ribuan warga distrik Mami-Dade yang secara pribadi dipengaruhi oleh kediktatoran yang kejam dan brutal," kata Gimenez dalam sebuah pernyataan.

"Meskipun ini momen bersejarah ini. Namun, kita tahu bahwa saudara Fidel, Raul terus memimpin salah satu pemerintah yang paling represif di dunia. Harapan saya adalah bahwa Kuba yang bebas dan demokratis dengan kebebasan yang sama seperti kami utamakan di sini di AS akan segera muncul. Itu adalah hal yang layak didapatkan oleh warga Kuba," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
China Memata-matai Amerika...
China Memata-matai Amerika Serikat dari Kuba, Ini Reaksi Biden
AS Pertimbangkan Masukkan...
AS Pertimbangkan Masukkan Kembali Kuba ke Daftar Negara Sponsor Teroris
Kedubesnya Diberondong...
Kedubesnya Diberondong Tembakan, Kuba Salahkan Trump
Kuba: AS Lakukan Kampanye...
Kuba: AS Lakukan Kampanye Kotor Terhadap Bantuan Medis Kami
Hadapi Invasi Militer...
Hadapi Invasi Militer AS, Presiden Kuba: Akan Ada Pertumparah Darah
Kembali Dimasukan Dalam...
Kembali Dimasukan Dalam Daftar Negara Pendukung Teroris, Kuba Sebut AS Munafik
Berita Terkini
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
39 menit yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
1 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
1 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
1 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
2 jam yang lalu
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
3 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved