Israel Hendak Larang Speaker Azan, Turki Sebut Penghinaan

Selasa, 22 November 2016 - 13:40 WIB
Israel Hendak Larang...
Israel Hendak Larang Speaker Azan, Turki Sebut Penghinaan
A A A
ANKARA - Pemerintah Turki mengecam rencana Israel untuk melarang pengeras suara (speaker) azan di masjid-masjid melalui rancangan undang-undang (RUU) yang sedang dibahas di knesset atau parlemen. Turki menyatakan rencana Israel itu tidak bisa diterima dan merupakan penghinaan terhadap budaya dan sejarah Yerusalem.

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, telah mendukung RUU larangan speaker azan. Jika RUU itu disetujui menjadi undang-undang (UU), maka azan di masjid-masjid di Yerusalem Timur—wilayah yang dihuni sekitar 300 ribu warga Palestina—dilarang menggunakan speaker.

Kecaman dari Ankara disampaikan Wakil Perdana Turki, Numan Kurtulmus. Menurutnya, selama berabad-abad azan di masjid, lonceng di gereja dan panggilan doa umat Yahudi telah berbaur bersama dalam multi-iman di Yerusalem.

”Ini adalah sesuatu yang tidak ada kompromi,” Kurtulmus, setelah rapat kabinet Turki hari Senin, seperti dikutip Times of Israel, Selasa (22/11/2016). ”Ini benar-benar tidak dapat diterima,” katanya lagi.

”Ini merupakan penghinaan terhadap budaya, masa lalu dan sejarah Yerusalem. Tidak masuk akal dan bertentangan dengan kebebasan berkeyakinan,” imbuh Wakil PM Turki ini.

RUU ini awalnya juga ditentang kubu ultra-ortodoks Yahudi, yang takut ritual Yahudi juga bisa terkena imbasnya. Namun, pembahasan RUU itu terus berjalan di parlemen Israel.

RUU itu disusun untuk menanggapi keluhan warga Israel di Yerusalem Timur tentang kebisingan dari masjid yang bersumber dari speaker azan. Mereka memprotes volume azan melalui speaker yang terlalu keras.

Hubungan antara Israel dan Turki pernah retak pada tahun 2010 setelah pasukan komando Israel menyerang kapal-kapal aktivis yang hendak menembus blokade pasukan Israel di Jalur Gaza. Sepuluh aktivis Turki tewas dalam insiden itu. Namun, pada awal tahun ini kedua negara memulihkan hubungan, di mana Israel menyanggupi untuk membayar kompensasi terhadap keluarga korban aktivis.
(mas)
Berita Terkait
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Dikritik Erdogan, Perwakilan...
Dikritik Erdogan, Perwakilan Israel Walk Out dari Sidang Umum PBB
Turki-Israel Sepakat...
Turki-Israel Sepakat Tingkatkan Hubungan
Israel Kini Anggap Turki...
Israel Kini Anggap Turki Ancaman Terbesar, Melebihi Iran
Turki Sebut Normalisasi...
Turki Sebut Normalisasi Bahrain-Israel Pengkhianatan bagi Perjuangan Palestina
Turki: Normalisasi Hubungan...
Turki: Normalisasi Hubungan dengan Israel Akan Bantu Palestina
Berita Terkini
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
1 jam yang lalu
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
1 jam yang lalu
Trump Terkejut Lihat...
Trump Terkejut Lihat Banyak Orang Tangisi Khamenei: Saya Pikir Orang-orang Membencinya
2 jam yang lalu
Rusia Bersiap Kirim...
Rusia Bersiap Kirim 20 Jet Tempur Su-35 untuk Iran
3 jam yang lalu
Iran Gelar Salat Jenazah...
Iran Gelar Salat Jenazah untuk Khamenei dan 4 Anggota Keluarganya yang Dibunuh AS-Israel
3 jam yang lalu
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved