Pengobatan Ala Nabi Afsel: Semprotkan Insektisida ke Wajah Jemaat

Selasa, 22 November 2016 - 09:06 WIB
Pengobatan Ala Nabi...
Pengobatan Ala Nabi Afsel: Semprotkan Insektisida ke Wajah Jemaat
A A A
LIMPOPO - Seorang pastor kontroversial di Afrika Selatan (Afsel) bernama Lethebo Rabalago diselidiki komisi pemerintah terkait setelah menyemprotkan insektisida ke wajah jemaatnya. Dia mengklaim insektisida itu sebagai obat untuk menyembuhkan orang dari HIV.

Rabalago dijuluki sebagai “Prophet of Doom” karena tindakan anehnya menyemprotkan insektisida bermerek “Doom” ke wajah jemaat. Praktik pengobatan tak wajar itu terjadi di wilayah Limpopo, Afsel.

Rabalago, mengklaim insektisida “Doom” mampu menyembuhkan orang dari penyakit yang mengancam jiwa. Rabalago, yang memimpin jemaat “Mount Zion General Assembly” ini telah mengunggah sejumlah gambar di Facebook yang menunjukkan dirinya telah menyemprotkan zat beracun itu ke wajah jemaatnya.

Dalam salah satu posting, dia menulis, “Doom hanya nama, tapi ketika Anda berbicara untuk itu, untuk menjadi produk penyembuhan, orang disembuhkan melalui Doom. Ini bukan dari kekuatan, bukan dengan kekuatan, tetapi oleh Roh Kudus yang diberikan Tuhan yang Maha Agung!!”

Rabalago mengklaim bahwa semprot itu dapat menyembuhkan kanker dan HIV. Tetapi perusahaan yang memproduksi insektisida, Tiger Brands, telah memperingatkan Rabalago dan publik akan risiko dari penyemprotan insektisida.

”(Kami) ingin membuat sangat jelas bahwa itu tidak aman untuk menyemprotkan Doom atau aerosol apapun ke wajah orang-orang. Doom telah diformulakan untuk membunuh serangga tertentu yang rinciannya ada pada kaleng. Peringatan yang jelas, yang harus ditaati,” kata pihak Tiger Brands.

Perusahaan itu mengaku telah mencoba untuk menghubungi Rabalago untuk meminta agar dia menghentikan praktik tersebut.

Kantor berita BBC melaporkan bahwa Komisi Afrika Selatan untuk Promosi dan Perlindungan Budaya, Agama dan Bahasa Masyarakat telah mendesak siapa pun yang terkena semprotan insektisisa untuk membuat pengaduan. Komisi juga akan menyelidiki motif di balik praktik pengobatan aneh itu.

“Tindakan Rabalago merugikan,” kata pihak komisi dalam sebuah pernyataan. ”Komisi mendorong setiap orang yang hak dan keyakinannya telah dilanggar melaporkan tindakan tersebut kepada komisi,” lanjut pernyataan tersebut, yang dikutip Selasa (22/11/2016).
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Gedung Parlemen Afrika...
Gedung Parlemen Afrika Selatan di Cape Town Terbakar
Presiden Afsel Berupaya...
Presiden Afsel Berupaya Pertahankan Kekuasaan di Tengah Skandal Korupsi
25.000 Tentara Dikerahkan...
25.000 Tentara Dikerahkan untuk Redam Kerusuhan di Afrika Selatan
Kerusuhan Afrika Selatan...
Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
25 menit yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
3 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
5 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
7 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
8 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved