Erdogan Sebut Obama Gagal Tangani Suriah
Sabtu, 19 November 2016 - 13:10 WIB
Erdogan Sebut Obama Gagal Tangani Suriah
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyep Erdogan menuduh Washington tidak cukup serius dalam menangani masalah Suriah. Hal itu diungkapkan Erdogan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita CBS.
"Kami telah membahas masalah ini, membahas dengan mereka Presiden Amerika Serikat (AS) Baracak Obama dan Wakil Presiden Joe Bicen. Mereka gagal mengatasi dan menangani masalah ini dengan serius. Hal ini cukup menjengkelkan bagi kami," kata Erdogan seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (19/11/2016).
Pemimpin Turki itu lantas menekankan bahwa karena keengganan Washington untuk melakukan pendekatan terhadap krisis Suriah secara memadai, Turki harus berurusan dengan pengungsi Eropa dua kali lebih banyak (hampir tiga juta). "Saya tidak akan berbicara tentang kebenaran jika Saya mengatakan Saya tidak kecewa. Karena Saya kecewa," tegas Erdogan.
Perang sipil Suriah antara pasukan pemerintah dan berbagai kelompok oposisi telah terjadi selama sekitar lima tahun dan telah merenggut ratusan ribu nyawa. Permasalahan semakin pelik ketika kelompok teroris macam ISIS dan Jabhat Fatah al Sham (juga dikenal sebagai Front al-Nusra depan yang berafilisi dengan Al-Qaeda) turut ikut campur.
Turki adalah bagian dari koalisi internasional pimpinan AS yang telah menargetkan teroris di Suriah sejak 2014> Meski begitu, Turki milisi Kurdi Suriah sebagai sekutu Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah dilarang oleh Ankara. Sedangkan AS berpendapat, milisi Kurdi Suriah adalah sekutu dalam perang di Suriah.
"Kami telah membahas masalah ini, membahas dengan mereka Presiden Amerika Serikat (AS) Baracak Obama dan Wakil Presiden Joe Bicen. Mereka gagal mengatasi dan menangani masalah ini dengan serius. Hal ini cukup menjengkelkan bagi kami," kata Erdogan seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (19/11/2016).
Pemimpin Turki itu lantas menekankan bahwa karena keengganan Washington untuk melakukan pendekatan terhadap krisis Suriah secara memadai, Turki harus berurusan dengan pengungsi Eropa dua kali lebih banyak (hampir tiga juta). "Saya tidak akan berbicara tentang kebenaran jika Saya mengatakan Saya tidak kecewa. Karena Saya kecewa," tegas Erdogan.
Perang sipil Suriah antara pasukan pemerintah dan berbagai kelompok oposisi telah terjadi selama sekitar lima tahun dan telah merenggut ratusan ribu nyawa. Permasalahan semakin pelik ketika kelompok teroris macam ISIS dan Jabhat Fatah al Sham (juga dikenal sebagai Front al-Nusra depan yang berafilisi dengan Al-Qaeda) turut ikut campur.
Turki adalah bagian dari koalisi internasional pimpinan AS yang telah menargetkan teroris di Suriah sejak 2014> Meski begitu, Turki milisi Kurdi Suriah sebagai sekutu Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah dilarang oleh Ankara. Sedangkan AS berpendapat, milisi Kurdi Suriah adalah sekutu dalam perang di Suriah.
(ian)