Imbangkan Kekuatan Dunia, Rusia Lawan Sistem Rudal NATO

Sabtu, 19 November 2016 - 00:07 WIB
Imbangkan Kekuatan Dunia,...
Imbangkan Kekuatan Dunia, Rusia Lawan Sistem Rudal NATO
A A A
SOCHI - Presiden Rusia, Vladmir Putin, mengatakan bahwa Rusia akan menentang setiap upaya yang mengganggu keseimbangan kekuatan strategis global atau dunia, termasuk sistem rudal pertahanan anti-balistik NATO. Putin menegaskan, Rusia akan lawan sistem rudal NATO dan tak akan berhenti untuk mengembangkan senjata canggih.

”Tujuan kami adalah untuk secara efektif menetralisir ancaman militer terhadap keamanan Rusia, termasuk sistem pertahanan rudal anti-balistik (NATO), konsep serangan cepat dan informasi perang,” kata Putin kepada para pejabat militer Rusia di Sochi, pada hari Jumat.

”Kami akan terus melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan kekuatan strategis,” ujar Putin. Dia menembahkan bahwa keseimbangan kekuatan telah mencegah konflik militer besar di antara kubu lawan selama Perang Dingin.

Putin yang berbicara kepada jenderal Rusia dan petinggi industri pertahanan di Sochi menyimpulkan serangkaian pertemuan itu terkait dengan pertahanan Rusia. Dia menegaskan bahwa Rusia akan terus mengembangkan teknologi militer canggih untuk melindungi diri.

”Pemimpin kekuatan dunia sedang menggunakan pengetahuan ilmiah yang paling canggih untuk pengembangan senjata. Ini termasuk teknologi laser, teknologi hypersound, dan robotika. Rusia juga melakukan penelitian tersebut,” imbuh Presiden Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (19/11/2016).

”Seperti yang kita buat, sistem senjata canggih kita dengan ketat mengikuti kewajiban internasional bahwa Rusia telah mengambil (kewajiban) pada dirinya sendiri. Tetapi beberapa negara lain, seperti yang kita semua tahu, membatalkan perjanjian sebelumnya. Seperti halnya dengan pertahanan rudal anti-balistik,” ujar Putin mengacu pada pembatalan Traktat ABM pada tahun 2002 oleh pemerintahan Presiden AS, George W Bush.

Moskow menuduh mitra NATO-nya mengorbankan keamanan nasional Rusia dengan mengembangkan sarana untuk melawan perisai nuklir Rusia, ekspansi militer aliansi hingga ke perbatasan Rusia dan mengembangkan teknologi serangan konvensional canggih yang dapat digunakan untuk serangan besar.
(mas)
Berita Terkait
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
Putin: NATO Menipu Rusia
Putin: NATO Menipu Rusia
Prajurit Rusia Terlalu...
Prajurit Rusia Terlalu Tangguh, Tentara Bayaran Amerika Serikat Menyesal Ikut Berperang di Ukraina
Berita Terkini
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
10 menit yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
53 menit yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
1 jam yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
2 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
2 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved