Tentara dan Warga Sipil Irak Penggal Militan ISIS di Mosul

Jum'at, 18 November 2016 - 02:02 WIB
Tentara dan Warga Sipil...
Tentara dan Warga Sipil Irak Penggal Militan ISIS di Mosul
A A A
MOSUL - Tentara dan warga sipil Irak menyiksa, memenggal dan memutilasi jasad militan kelompok ISIS di Mosul. Penyiksaan itu terjadi di Qayyarah, 60 km sebelah selatan Mosul.

Penyiksaan direkam dan videonya telah diverifikasi oleh Human Rights Watch (HRW). Ada lima militan ISIS yang dibunuh tentara dan warga sipil Irak pada 3 Oktober 2016 lalu.

Tentara dan warga sipil Irak emosi dengan kekejaman ISIS. Mereka melampiaskannya dengan menendang, meludahi dan menyiksa beberapa militan ISIS yang ditangkap di Mosul.

Salah satu warga mengatakan, pasukan Irak, gerilyawan Hashad al-Asha'ri dari suku Maraeed dan milisi lokal telah membantu mengusir ISIS dari Qayyarah.

Video penyiksaan terhadap para militan ISIS direkam gerilyawan Maraeed berusia 24 tahun dan diberikan kepada HRW oleh penduduk setempat. Dalam video pertama, setidaknya 10 pejuang, terdiri dari tentara Irak dan gerilyawan Maraeed terlibat dalam pertempuran dengan pasukan ISIS di sekitar Qayyarah.

Masih menurut video tersebut, seorang tentara Irak terlihat meraih jasad militan ISIS sebelum menendang di bagian kepala dan meludahi jasad tersebut. Sesaat kemudian, salah satu tentara Irak meminta pisau cukur dan mengeksekusi penggal jasad militan ISIS.

HRW juga menerima video kedua yang menunjukkan warga sipil, termasuk anak-anak mengikat jasad para militan ISIS di kendaraan militer. Jasad-jasad militan ISIS itu lantas diseret di jalan.

HRW mengecam peristiwa mengerikan itu dan meminta Pemerintah Irak untuk mengontrol pasukannya. Wakil Direktur Timur Tengah HRW, Lama Fakih, mengatakan rekaman itu menyebabkan keprihatinan yang serius.”Pemerintah Irak harus mengontrol kekuatannya sendiri,” ujar Fakih.

”Kegagalan untuk menahan komandan dan pelaku bukan pertanda baik untuk pertempuran di Mosul. Mutilasi mayat adalah kejahatan perang,” lanjut Fakih.

“Pemerintah Irak tidak harus berdiam diri sementara pejuangnya melakukan kekejaman atas namanya dan menyerukan penyelidikan dan penuntutan terhadap orang-orang yang melakukan kekejaman,” imbuh Fakih, seperti dikutip news.com.au, Jumat (18/11/2016).
(mas)
Berita Terkait
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Warga Irak Sambut Paus...
Warga Irak Sambut Paus Fransiskus di Bekas Pertahanan ISIS
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
32 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved