Lengser, Obama Klaim AS Dipimpin Trump Tetap Sekutu NATO

Selasa, 15 November 2016 - 06:52 WIB
Lengser, Obama Klaim...
Lengser, Obama Klaim AS Dipimpin Trump Tetap Sekutu NATO
A A A
WASHINGTON - Presiden Barack Obama dalam konferensi pertama sejak pemilihan presiden (Pilpres) AS mengklaim bahwa hubungan dengan NATO akan terus berlanjut, meski dia lengser dan digantikan Donald Trump. Obama meyakinkan publik AS bahwa transisi akan berjalan lancar.

Menurut Obama, Partai Republik yang mengusung Donald Trump sebagai presiden baru AS tidak akan mampu menghancurkan warisan dan inisiatifnya.

”Ketika kami menyerahkan kunci, mobil dalam kondisi yang cukup baik,” kata Obama mengibaratkan proses transisi pemerintahannya pada pemerintahan Trump tidak ada masalah.

Obama lantas menjawab pertanyaan perihal jaminan tentang kontinuitas kebijakan luar negeri AS dan nasib hubungan inti, termasuk dengan NATO. Dia mengklaim, hubungan sekutu AS dan NATO tidak akan terpengaruh meski AS dipimpin Trump.

Namun, dalam waktu yang hampir bersamaan Trump justru melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladmir Putin melalui telepon. Menurut Kremlin, langkah Trump sebagai terobosan dalam upaya memulihkan hubungan kedua negara.

“Gebrakan” Trump yang semakin akrab dengan Putin, tetap jadi misteri nasib kebijakan luar negeri AS, meski Obama sudah mengklaim tidak ada masalah. Sebab, sampai saat ini Rusia dan NATO masih bersitegang terutama sejak NATO menumpuk kekuatan militer di dekat perbatasan Rusia di Eropa timur.

Dalam konferensi pers, Obama juga ditanya berapa lama waktu baginya untuk benar-benar merasa nyaman dalam perannya sebagai presiden yang tak lama lagi akan berakhir. Obama justru berkelakar: ”Sekitar seminggu yang lalu saya mulai merasa cukup baik!.”

Obama menolak untuk mengomentari setiap janji Trump yang dibuat selama kampanye. Dia meminta media dan warga AS untuk memberikan kesempatan kepada Trump.

”Orang-orang telah berbicara. Donald Trump akan menjadi presiden berikutnya, presiden ke-45 Amerika Serikat,” kata Obama. ”Mereka yang tidak memilih dia harus mengakui bahwa itu cara kerja demokrasi, yaitu bagaimana sistem itu beroperasi,” ujar Obama.

”Dia berhasil memobilisasi sebagian besar dari warga negara dan dia menang,” kata Obama mencatat fakta dari proses Pilpres AS, seperti dikutip Reuters, Selasa (15/11/2016).
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Bolton: Demi Pilpres,...
Bolton: Demi Pilpres, Trump Mungkin Keluarkan AS dari NATO
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Presiden AS Donald Trump:...
Presiden AS Donald Trump: Greenland Adalah Wilayah Kami!
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
35 menit yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
4 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
5 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
6 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
7 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved