Lewat SMS, Rezim Assad Ultimatum Warga Tinggalkan Aleppo
Senin, 14 November 2016 - 03:26 WIB
Lewat SMS, Rezim Assad Ultimatum Warga Tinggalkan Aleppo
A
A
A
DAMASKUS - Warga yang berada di Aleppo Timur menerima peringatan keras dari rezim Damaskus untuk meninggalkan wilayah itu. Dalam peringatan yang diberikan lewat sms itu, rezim Damaskus memberikan waktu hingga 24 jam bagi rakat Suriah meninggalkan wilayah yang dikuasai kelompok oposisi itu.
"Pemberitahuan kepada orang bersenjata. Anda memiliki waktu 24 jam untuk membawa luka yang Anda derita keluar dari Aleppo timur dan menyelamatkan hidupmu," begitu bunyi sms yang dikirimkan rezim Damaskus lewat jaringan operator MTN seperti dikutip dari Telegraph, Senin (14/11/2016).
Bagi warga Suriah di Aleppo timur, peringatan tersebut tidak ubahnya hanya memicu ketakutan. Tanpa ada jalan keluar yang tersedia, mereka tidak bisa keluar dari Aleppo timur meski mereka mencobanya. "Tidak ada jalan dari kota yang bisa digunakan," kata aktivis Modar Shekh.
Shekh lantas mengungkapkan kekurangan makanan, air, dan bensin di wilayah yang dikuasai pemberontak. Warga hidup tanpa air yang mengalir dan hanya memiliki listrik dua jam per hari. Ia juga mengatakan harga-harga kebutuhan pokok telah melompat ke tingkat mustahil. Sebuah tabung gas untuk memasak dihargai USD100 dan satu bagian dari roti dihargai 100 pound Suriah.
"Kalau ada yang punya uang sebelum pengepungan, mereka sudah habis sekarang," katanya.
Meskipun Shekh mengatakan bisa mendengar pesawat di atas langit saat dia berbicara, ia menggambarkan suara itu sebagai sebuah rutinitas untuk saat ini. "Saya pikir rezim Damaskus dan Rusia berencana melancarkan pertempuran besar-besaran bagi kami," katanya.
SMS peringatan ini datang sehari setelah situs berita pro Kremlin, RT, menerbitkan foto dari sekelompok kapal perang Rusia telah mencapai Suriah.
"Pemberitahuan kepada orang bersenjata. Anda memiliki waktu 24 jam untuk membawa luka yang Anda derita keluar dari Aleppo timur dan menyelamatkan hidupmu," begitu bunyi sms yang dikirimkan rezim Damaskus lewat jaringan operator MTN seperti dikutip dari Telegraph, Senin (14/11/2016).
Bagi warga Suriah di Aleppo timur, peringatan tersebut tidak ubahnya hanya memicu ketakutan. Tanpa ada jalan keluar yang tersedia, mereka tidak bisa keluar dari Aleppo timur meski mereka mencobanya. "Tidak ada jalan dari kota yang bisa digunakan," kata aktivis Modar Shekh.
Shekh lantas mengungkapkan kekurangan makanan, air, dan bensin di wilayah yang dikuasai pemberontak. Warga hidup tanpa air yang mengalir dan hanya memiliki listrik dua jam per hari. Ia juga mengatakan harga-harga kebutuhan pokok telah melompat ke tingkat mustahil. Sebuah tabung gas untuk memasak dihargai USD100 dan satu bagian dari roti dihargai 100 pound Suriah.
"Kalau ada yang punya uang sebelum pengepungan, mereka sudah habis sekarang," katanya.
Meskipun Shekh mengatakan bisa mendengar pesawat di atas langit saat dia berbicara, ia menggambarkan suara itu sebagai sebuah rutinitas untuk saat ini. "Saya pikir rezim Damaskus dan Rusia berencana melancarkan pertempuran besar-besaran bagi kami," katanya.
SMS peringatan ini datang sehari setelah situs berita pro Kremlin, RT, menerbitkan foto dari sekelompok kapal perang Rusia telah mencapai Suriah.
(ian)