Partai Pro-Kurdi Bantah Pemimpin Mereka Ditangkap Otoritas Turki
Jum'at, 04 November 2016 - 19:05 WIB
Partai Pro-Kurdi Bantah Pemimpin Mereka Ditangkap Otoritas Turki
A
A
A
ANKARA - Partai Demokrat Rakyat (HDP), yang merupakan partai pro-Kurdi di Turki mengatakan, memang benar ada anggota mereka yang ditangkap oleh otoritas Turki. Namun, pemimpin HDP Pervin Buldan bukan salah satunya.
Buldan bersama dua petinggi HDP yakni Selahattin Demirtas dan Figen Yuksekdag dilaporkan oleh otoritas keamanan Turki. HDP memastikan hanya Demirtas dan Yuksedag yang ditangkap, sedang Buldan tidak.
"Buldan masih bebas sampai saat ini, total ada 11 anggota kami di Parlemen yang ditangkap," kata HDP dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (4/11).
Para anggota HDP itu ditahan karena keengganan mereka untuk memberikan kesaksian atas kejahatan terkait dengan propaganda teroris.
Polisi Turki menggerebek rumah Demirtas dan Yuksekdag pada Jumat pagi. Demirtas, seorang pemimpin kharismatik yang dijuluki Obama Kurdi oleh beberapa pengagumnya, dan Yuksekdag telah menjadi incaran penyidik selama beberapa bulan terakhir namun ini adalah pertama kalinya mereka ditangkap.
Selain mereka, setidaknya 11 anggota parlemen dari Partai HDP juga ditahan ditengah eskalasi terhadap tindakan keras pemerintah terhadap lawan-lawan politiknya yang diduga terlibat kudeta pada 15 Juli lalu. "HDP memanggil masyarakat internasional untuk bereaksi terhadap kudeta rezim Erdogan," cuit partai tersebut di Twitter.
Tidak hanya itu, polisi juga menggerebek dan menggeledah kantor pusat partai di Ankara. Tayangan televisi menunjukkan para pejabat partai bertengkar dengan polisi saat penggerebekan. Seorang saksi mengatakan banyak mobil polisi dan kendaraan bersenjata telah menutup pintu masuk ke jalan markas HDP.
Buldan bersama dua petinggi HDP yakni Selahattin Demirtas dan Figen Yuksekdag dilaporkan oleh otoritas keamanan Turki. HDP memastikan hanya Demirtas dan Yuksedag yang ditangkap, sedang Buldan tidak.
"Buldan masih bebas sampai saat ini, total ada 11 anggota kami di Parlemen yang ditangkap," kata HDP dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (4/11).
Para anggota HDP itu ditahan karena keengganan mereka untuk memberikan kesaksian atas kejahatan terkait dengan propaganda teroris.
Polisi Turki menggerebek rumah Demirtas dan Yuksekdag pada Jumat pagi. Demirtas, seorang pemimpin kharismatik yang dijuluki Obama Kurdi oleh beberapa pengagumnya, dan Yuksekdag telah menjadi incaran penyidik selama beberapa bulan terakhir namun ini adalah pertama kalinya mereka ditangkap.
Selain mereka, setidaknya 11 anggota parlemen dari Partai HDP juga ditahan ditengah eskalasi terhadap tindakan keras pemerintah terhadap lawan-lawan politiknya yang diduga terlibat kudeta pada 15 Juli lalu. "HDP memanggil masyarakat internasional untuk bereaksi terhadap kudeta rezim Erdogan," cuit partai tersebut di Twitter.
Tidak hanya itu, polisi juga menggerebek dan menggeledah kantor pusat partai di Ankara. Tayangan televisi menunjukkan para pejabat partai bertengkar dengan polisi saat penggerebekan. Seorang saksi mengatakan banyak mobil polisi dan kendaraan bersenjata telah menutup pintu masuk ke jalan markas HDP.
(esn)