China-Malaysia Sepakati Kerja Sama Militer di Laut Cina Selatan
Rabu, 02 November 2016 - 14:15 WIB
China-Malaysia Sepakati Kerja Sama Militer di Laut Cina Selatan
A
A
A
BEIJING - China dan Malaysia mengatakan angkatan laut mereka akan bekerjasama di Laut China Selatan. Kerjasaman keduanya ini tertuang dalam perjanjian yang penandatanganannya di saksikan Perdana Menteri Najib Razak.
Saat melakukan kunjungan ke China, Razak mendapatkan sambutan hangat dari koleganya, Li Keqiang. Setelah bertemu di Balai Rakyat Agung, keduanya menyaksikan penandatanganan termasuk nota kesepahaman kerja sama pertahanan.
"Kami belum menyentuh pada rincian kerjasama kami. Kami kenanyakan berfokus pada kerja sama angkatan laut," kata Wakil Menteri Luar Negeri China, Liu Zhermin seperti dikutip dari laman The Guardian, Rabu (2/11/2016).
"Karena China dan Malaysia sama-sama negara pesisir Laut China Selatan, kita perlu meningkatkan kerja sama angkatan laut kami untuk memastikan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan dan meningkatkan kepercayaan kami bersama," tambahnya.
China menegaskan bahwa hampir semua Laut Cina Selatan adalah wilayahnya, tetapi putusan pengadilan internasional pada bulan Juli membatalkan klaim tersebut. Cina telah mengabaikan putusan itu.
Najib adalah pemimpin kedua negara dengan klaim teritorial saingan di Laut Cina Selatan yang mengunjungi Beijing dalam dua minggu terakhir. Pertama, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, mengecilkan sengketa negaranya dengan China.
Bulan lalu, Najib mengatakan Malaysia tidak akan berkompromi pada klaim Laut Cina Selatan, tetapi ingin mereka untuk bekerja melalui dialog dan negosiasi damai.
Saat melakukan kunjungan ke China, Razak mendapatkan sambutan hangat dari koleganya, Li Keqiang. Setelah bertemu di Balai Rakyat Agung, keduanya menyaksikan penandatanganan termasuk nota kesepahaman kerja sama pertahanan.
"Kami belum menyentuh pada rincian kerjasama kami. Kami kenanyakan berfokus pada kerja sama angkatan laut," kata Wakil Menteri Luar Negeri China, Liu Zhermin seperti dikutip dari laman The Guardian, Rabu (2/11/2016).
"Karena China dan Malaysia sama-sama negara pesisir Laut China Selatan, kita perlu meningkatkan kerja sama angkatan laut kami untuk memastikan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan dan meningkatkan kepercayaan kami bersama," tambahnya.
China menegaskan bahwa hampir semua Laut Cina Selatan adalah wilayahnya, tetapi putusan pengadilan internasional pada bulan Juli membatalkan klaim tersebut. Cina telah mengabaikan putusan itu.
Najib adalah pemimpin kedua negara dengan klaim teritorial saingan di Laut Cina Selatan yang mengunjungi Beijing dalam dua minggu terakhir. Pertama, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, mengecilkan sengketa negaranya dengan China.
Bulan lalu, Najib mengatakan Malaysia tidak akan berkompromi pada klaim Laut Cina Selatan, tetapi ingin mereka untuk bekerja melalui dialog dan negosiasi damai.
(ian)