Gencatan Senjata Berakhir, Perang Pecah Lagi di Aleppo

Minggu, 23 Oktober 2016 - 04:57 WIB
Gencatan Senjata Berakhir,...
Gencatan Senjata Berakhir, Perang Pecah Lagi di Aleppo
A A A
ALEPPO - Pertempuran sengit dan serangan udara kembali pecah di Aleppo setelah gencatan senjata sepihak oleh Rusia berakhir pada hari Sabtu. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan pertempuran terjadi kembali di garis depan.

Rusia mengaku sudah mengumumkan pemberlakuan jeda kemanusiaan di Aleppo beberapa hari sebelum gencatan selama tiga hari berakir. Tentara rezim Suriah dan Rusia telah menyerukan warga dan pemberontak di Aleppo timur meninggalkan kota itu melalui koridor yang ditunjuk.

Tapi, sangat sedikit pemberontak maupun warga sipil yang meninggalkan Aleppo timur. Kubu oposisi Suriah mengklaim tidak pengumuman yang dibuat Rusia pada hari Sabtu.

”Tidak ada yang tersisa melalui koridor. Jumlah warga yang mencoba untuk meninggalkan kota kecil karena dihadapkan dengan penembakan di sekitar (area koridor) dan tidak bisa pergi,” kata Zakaria Malahifji, seorang pejabat opsisi Suriah, yang hadir di Aleppo timur, seperti dikutip Reuters, Minggu (23/10/2016).

Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa pemberontak mencegah warga sipil untuk meninggalkan Aleppo timur. Stasiun televisi pro-pemerintah Suriah juga menyiarkan gambar ambulans dan bus hijau yang diparkir di titik-titik penampungan di Aleppo tapi rata-rata kosong.

PBB sejatinya berharap bahwa gencatan senjata akan memungkinkan evakuasi dan pengiriman bantuan kemanusiaan di Aleppo. Tetapi kurangnya jaminan keamanan telah mencegah pekerja bantuan memanfaatkan keuntungan dari jeda kemanusiaan itu.

”PBB tetap berharap pihak terkait akan memberikan semua jaminan yang diperlukan dan secara aktif bekerja untuk itu,” kata juru bicara kemanusiaan PBB, Jens Laerke. Dia mengatakan para pekerja kemanusiaan siap untuk melanjutkan pekerjaannya setelah situasi memungkinkan.

”Situasi di lapangan masih terjadi baku tembak dan bentrokan terus terjadi. Hari ini, peluru menghantam hotel tempat yang disarankan PBB, satu staf hotel menderita luka parah,” kata Laerke.

Pasukan Suriah dan Rusia mengatakan bahwa mereka menargetkan pemberontak yang terkait dengan al-Nusra yang kini berganti nama menjadi Fateh al-Sham di Aleppo timur. Namun, pemberontak Suriah mengatakan rezim Suriah dan Rusia tanpa pandang bulu menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil untuk mengambil alih wilayah yang dikuasai pemberontak di Aleppo timur.
(mas)
Berita Terkait
Apakah Rusia Dukung...
Apakah Rusia Dukung Bashar al-Assad?
Kecam Invasi Israel...
Kecam Invasi Israel ke Suriah, Rusia Tarik Aset Militernya
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Rusia Akui Uji Coba...
Rusia Akui 'Uji Coba' Tank T-14 Armata di Suriah
Operasi Khusus Rusia-Suriah...
Operasi Khusus Rusia-Suriah Bebaskan Pasukan yang Ditawan Pemberontak
Rusia Tegaskan Barat...
Rusia Tegaskan Barat Dukung Para Teroris di Suriah
Berita Terkini
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
28 menit yang lalu
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
58 menit yang lalu
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
1 jam yang lalu
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
2 jam yang lalu
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
2 jam yang lalu
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
3 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved