PNS Kerja 1 Jam Sehari, Saudi Terancam Bangkrut 4 Tahun Lagi

Jum'at, 21 Oktober 2016 - 05:36 WIB
PNS Kerja 1 Jam Sehari,...
PNS Kerja 1 Jam Sehari, Saudi Terancam Bangkrut 4 Tahun Lagi
A A A
RIYADH - Menteri Layanan Sipil Arab Saudi, Khaled Alaraj, mengecam produktivitas para pegawai negeri sipil (PNS) yang menurut studi hanya bekerja satu jam sehari. Malasnya para pegawai itu, dianggap bisa mengacam kebangkrutan Saudi dalam tiga atau empat tahun ke depan.

Saat ini, Saudi berupaya keras memangkas deficit anggaran yang pada tahun lalu menembus hampir USD100 miliar. Kondisi itu dipicu anjloknya harga minyak dunia secara berturut-turut.

”Jumlah (durasi waktu) bekerja (PNS) bahkan tidak melebihi satu jam, dan itu berdasarkan studi,” kata Khaled Alaraj selama diskusi resmi ekonomi Saudi pada Rabu malam.

Lebih dari dua pertiga dari penduduk Saudi bekerja untuk pemerintah. Tahun lalu, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menghabiskan sekitar 45 persen dari total anggaran, atau sekitar USD128 miliar untuk untuk membayar upah mereka.

Sebelum reformasi yang diterapkan Pemerintah Saudi baru-baru ini, para PNS di negara itu dimanjakan dengan fasilitas yang mengenakkan, salah satunya bonus.

”Dalam pelayanan saya, kami memiliki lebih dari satu juta pelamar kerja. Dari mereka, 200.000 orang sudah bekerja di sektor swasta dan siap untuk mengambil potongan gaji,” kata Alaraj.

Ekonomi Saudi diperkirakan tumbuh hanya sebesar 1,2 persen pada tahun ini. Sedangkan harga minyak masih sekitar USD50 per barel.

”Jika kita tidak mengambil langkah-langkah reformasi, dan jika kondisi ekonomi global tetap sama, maka kita sudah ditakdirkan menuju kebangkrutan dalam tiga sampai empat tahun (ke depan),” ujar Mohamed Al Tuwaijri, Wakil Menteri Ekonomi Saudi dalam forum yang sama, seperti dikutip Russia Today, Jumat (21/10/2016).

Sejak bulan lalu, gaji para pejabat top Saudi dipangkas 20 persen. Tunjangan mobil dan telepon ditiadakan. Bahkan para pekerja biasa saat ini kehilangan gaji 11 hari setelah Pemerintah Saudi beralih menggunakan kalender Masehi.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Sidang Pemakzulan Digelar,...
Sidang Pemakzulan Digelar, Nasib Wakil Presiden di Ujung Tanduk
1 jam yang lalu
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
1 jam yang lalu
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
2 jam yang lalu
7 Pemakaman Pemimpin...
7 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Kepala Negara Terbanyak, Nomor 1 Pecahkan Rekor Dunia
3 jam yang lalu
Didatangi Jutaan Pelayat,...
Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW
3 jam yang lalu
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Aturan Jam Kerja...
Ini Aturan Jam Kerja PNS Selama Ramadhan dari Pemerintah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved