Turki Peringatkan Ketegangan AS-Rusia Bisa Picu Perang Dunia III
Selasa, 18 Oktober 2016 - 09:18 WIB
Turki Peringatkan Ketegangan AS-Rusia Bisa Picu Perang Dunia III
A
A
A
ANKARA - Perang dunia ketiga yang menghancurkan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia tidak bisa dihindari jika kedua negara tidak menemukan titik temu terkait konflik di Suriah. Begitu peringatan yang dikeluarkan oleh Turki.
"Jika perang proxy ini terus berlanjut, setelah ini, biarkan Saya membuatnya menjadi jelas, Amerika dan Rusia akan sampai pada titik perang," kata Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus.
Kurtulmus mengklaim, konflik barbar bisa menempatkan dunia di ambang awal perang regional atau perang global yang besar seperti dikutip dari Express, Selasa (18/10/2016).
Ketegangan antara Washington dan Moskow telah jatuh ke tingkat yang hampir sama dengan Perang Dingin dalam beberapa pekan terakhir setelah AS mengakhiri pembicaraan mengenai Suriah.
Presiden Rusia Vladimir Putin sempat mengatakan AS berada dalam bahaya dan kematian di masa yang akan datang. Putin mengeluarkan peringatan ini saat ia ingin memberikan penjelasan tentang apa yang dilakukan oleh negaranya di Suriah dalam beberapa bulan terakhir.
Hal ini membuat AS meningkatkan kesiapan pertahanan serangan di tengah kekhawatiran perang nuklir. Teori konspirasi menduga AS juga telah meningkatkan sistem peringatan militer DEFCON US dari level terendah, lima, sampai ke DEFCON 3. Ini berarti AS bisa memobilisasi pasukan dalam waktu 15 menit jika konflik global dimulai.
"Jika perang proxy ini terus berlanjut, setelah ini, biarkan Saya membuatnya menjadi jelas, Amerika dan Rusia akan sampai pada titik perang," kata Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus.
Kurtulmus mengklaim, konflik barbar bisa menempatkan dunia di ambang awal perang regional atau perang global yang besar seperti dikutip dari Express, Selasa (18/10/2016).
Ketegangan antara Washington dan Moskow telah jatuh ke tingkat yang hampir sama dengan Perang Dingin dalam beberapa pekan terakhir setelah AS mengakhiri pembicaraan mengenai Suriah.
Presiden Rusia Vladimir Putin sempat mengatakan AS berada dalam bahaya dan kematian di masa yang akan datang. Putin mengeluarkan peringatan ini saat ia ingin memberikan penjelasan tentang apa yang dilakukan oleh negaranya di Suriah dalam beberapa bulan terakhir.
Hal ini membuat AS meningkatkan kesiapan pertahanan serangan di tengah kekhawatiran perang nuklir. Teori konspirasi menduga AS juga telah meningkatkan sistem peringatan militer DEFCON US dari level terendah, lima, sampai ke DEFCON 3. Ini berarti AS bisa memobilisasi pasukan dalam waktu 15 menit jika konflik global dimulai.
(ian)