Israel Hentikan Kerjasama dengan UNESCO

Sabtu, 15 Oktober 2016 - 05:17 WIB
Israel Hentikan Kerjasama...
Israel Hentikan Kerjasama dengan UNESCO
A A A
YERUSALEM - Israel mengumumkan akan menghentikan kerjasamanya dengan UNESCO. Keputusan ini adalah buntut dari resolusi badan budaya PBB itu yang menyatakan Temple Mount di Yerusalem merupakan situs suci hanya milik umat Muslim bukan milik Yahudi.

Baca juga:
UNESCO Putuskan Temple Mount Hanya Milik Muslim, Israel Marah


"Israel dan orang-orang Yahudi tidak perlu UNESCO atau negara lain untuk menyetujui hubungan unik antara orang-orang Yahudi dan Negara Israel dan Yerusalem secara umum dan tempat-tempat sucinya seperti Western dinding dan Temple Mount pada khususnya," kata Duta Besar Israel untuk UNESCO, Carmel Shama HaCohen, seperti dikutip dari Washington Post, Sabtu (15/10/2016).

Resolusi UNESCO menyoroti daftar panjang pelanggaran yang dilakukan oleh Israel terhadap Haram al-Sharif dan Masjid al-Aqsa, situs ketiga paling suci Islam setelah Mekkah dan Madinah, dan tempat suci umat Muslim lainnya di Tepi Barat. Resolusi ini diajukan oleh tujuh negara Arab pada pertemuan di Paris, Prancis.

Resolusi ini berfokus pada dugaan kurangnya akses bagi umat Muslim untuk memasuki masjid Al Aqsa, penggalian di sekita lokasi tertentu dan di Yerusalem pada umumnya dan perubahan fasad. Resolusi itu didukung oleh 24 negara. Enam menentangnya, 26 abstain dan dua tidak hadir. Amerika Serikat (AS) bukan merupakan pihak untuk UNESCO.

Para pemimpin Palestina pun menyambut baik resolusi ini. "Israel selalu mengklaim kita fokus pada argumen agama, tapi kita tidak menyangkal adanya hubungan agama. Paragraf ketiga dari resolusi mengakui pentingnya sejarah bagi tiga agama monoteistik," kata Mounir Anastas, duta besar Palestina untuk UNESCO.

"UNESCO telah meminta Israel sejak tahun 1968, satu tahun setelah pendudukan dimulai, untuk menghentikan penggalian dan pekerjaan arkeologi di seluruh wilayah Yerusalem. UNESCO telah meminta berulang kali kepada Israel untuk memungkinkan misi teknis ke Yerusalem, bukan misi politik, untuk melaporkan keadaan konservasi di kota tetapi selalu ditolak," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
49 menit yang lalu
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
3 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
4 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
8 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
9 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved