Akhir Pekan, Rusia-AS Kembali Bertemu Bahas Suriah
Kamis, 13 Oktober 2016 - 00:01 WIB
Akhir Pekan, Rusia-AS Kembali Bertemu Bahas Suriah
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia dan Amerika Serikat (AS) akan kembali melakukan pertemuan untuk membahas perang Suriah di Swiss pada Sabtu mendatang. Pernyataan tersebut di keluarkan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Pernyataan itu menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan melakukan pertemuan di kota Lausanne, Swiss. "Peserta pertemuan adalah sejumlah negara kunci di kawasan itu untuk mempertimbangkan langkah-langkah lebih lanjut untuk menciptakan kondisi untuk penyelesaian krisi Suriah," bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari New York Times, Rabu (12/10/2016).
Meski begitu, pernyataan tersebut tidak menyebutkan negara yang akan menjadi peserta. Para pejabat Barat, yang berbicara dengan syarat anonim, menyebut menteri luar negeri Turki, Qatar, Arab Saudi, dan mungkin Iran diharapkan hadir dalam pertemuan itu.
Turki, Qatar dan Saudi adalah sekutu AS yang mendukung pemberontak Suriah dalam upaya menggulingkan Presiden Bashar al-Assad. Sementara Rusia dan Iran adalah pendukung Assad yang menyatakan memerangi kelompok teroris.
Ini akan menjadi pertemuan diplomasi tingkat tinggi pertama antara Rusia dan AS sejak upaya untuk menghidupkan kembali gencatan senjata yang ditangguhkan oleh Washington.
Pertemuan Lausanne, jika berhasil, setidaknya akan menghapuskan permusuhan dan saling tuding antara AS dan Rusia sejak runtuhnya kesepakatan gencatan senjata yang mereka negosiasikan sebulan lalu.
Perang Suriah telah memasuki tahun keenam dan telah menyebabkan sekitar 500.000 orang tewas dan setengah dari penduduk negara itu mengungsi.
Pernyataan itu menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan melakukan pertemuan di kota Lausanne, Swiss. "Peserta pertemuan adalah sejumlah negara kunci di kawasan itu untuk mempertimbangkan langkah-langkah lebih lanjut untuk menciptakan kondisi untuk penyelesaian krisi Suriah," bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari New York Times, Rabu (12/10/2016).
Meski begitu, pernyataan tersebut tidak menyebutkan negara yang akan menjadi peserta. Para pejabat Barat, yang berbicara dengan syarat anonim, menyebut menteri luar negeri Turki, Qatar, Arab Saudi, dan mungkin Iran diharapkan hadir dalam pertemuan itu.
Turki, Qatar dan Saudi adalah sekutu AS yang mendukung pemberontak Suriah dalam upaya menggulingkan Presiden Bashar al-Assad. Sementara Rusia dan Iran adalah pendukung Assad yang menyatakan memerangi kelompok teroris.
Ini akan menjadi pertemuan diplomasi tingkat tinggi pertama antara Rusia dan AS sejak upaya untuk menghidupkan kembali gencatan senjata yang ditangguhkan oleh Washington.
Pertemuan Lausanne, jika berhasil, setidaknya akan menghapuskan permusuhan dan saling tuding antara AS dan Rusia sejak runtuhnya kesepakatan gencatan senjata yang mereka negosiasikan sebulan lalu.
Perang Suriah telah memasuki tahun keenam dan telah menyebabkan sekitar 500.000 orang tewas dan setengah dari penduduk negara itu mengungsi.
(ian)