Rusia dan Turki Serukan Diakhirinya Pertumpahan Darah di Suriah
Selasa, 11 Oktober 2016 - 10:22 WIB
Rusia dan Turki Serukan Diakhirinya Pertumpahan Darah di Suriah
A
A
A
ISTANBUL - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan diakhirinya pertumpahan darah di Suriah secara cepat. Seruan kedua pemimpin ini muncul dalam pembicaraan di Istanbul hari Senin.
”Rusia dan Turki berdiri untuk penghentian pertumpahan darah di Suriah. Di Rusia, kami berpikir bahwa beralih ke penyelesaian politik harus terjadi sesegera mungkin. Kami kira bahwa setiap orang, yang menginginkan perdamaian, harus mendukung proposal ini,” kata Putin.
Menurut Putin, Moskow dan Ankara mendukung usulan Utusan Khusus PBB untuk Suriah; Staffan de Mistura, mengenai penghapusan kelompok militan dari Aleppo.
”Bersama-sama dengan Presiden Turki, kami sepakat untuk melakukan segala sesuatu guna mendukung inisiatif de Mistura pada penarikan unit milisi yang menolak untuk meletakkan senjata mereka, dari Aleppo untuk mengakhiri kekerasan,” katanya.
Putin dan Erdogan juga sepakat untuk memperkuat kontak antara militer kedua negara dan badan-badan intelijen. Menurut Putin, Moskow siap untuk mengembangkan kerjasama militer-teknis skala besar dengan Ankara.
”Kami benar-benar membahas masalah Suriah. Kami berbicara tentang operasi Perisai Efrat (Turki) dan mengevaluasi cara kita untuk dapat bekerja sama dalam arah ini. Kami secara khusus berbicara tentang apa strategi yang dapat kita pilih untuk membantu, dari sudut pandang kemanusiaan, penduduk yang berada dalam situasi yang mengerikan, terutama di Aleppo,” kata Erdogan.
”Kami memiliki sikap bersama (dengan Turki) mengenai apa yang harus dilakukan untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Aleppo. Masalah ini memastikan keamanan untuk pengiriman kargo,” imbuh Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (11/10/2016).
”Rusia dan Turki berdiri untuk penghentian pertumpahan darah di Suriah. Di Rusia, kami berpikir bahwa beralih ke penyelesaian politik harus terjadi sesegera mungkin. Kami kira bahwa setiap orang, yang menginginkan perdamaian, harus mendukung proposal ini,” kata Putin.
Menurut Putin, Moskow dan Ankara mendukung usulan Utusan Khusus PBB untuk Suriah; Staffan de Mistura, mengenai penghapusan kelompok militan dari Aleppo.
”Bersama-sama dengan Presiden Turki, kami sepakat untuk melakukan segala sesuatu guna mendukung inisiatif de Mistura pada penarikan unit milisi yang menolak untuk meletakkan senjata mereka, dari Aleppo untuk mengakhiri kekerasan,” katanya.
Putin dan Erdogan juga sepakat untuk memperkuat kontak antara militer kedua negara dan badan-badan intelijen. Menurut Putin, Moskow siap untuk mengembangkan kerjasama militer-teknis skala besar dengan Ankara.
”Kami benar-benar membahas masalah Suriah. Kami berbicara tentang operasi Perisai Efrat (Turki) dan mengevaluasi cara kita untuk dapat bekerja sama dalam arah ini. Kami secara khusus berbicara tentang apa strategi yang dapat kita pilih untuk membantu, dari sudut pandang kemanusiaan, penduduk yang berada dalam situasi yang mengerikan, terutama di Aleppo,” kata Erdogan.
”Kami memiliki sikap bersama (dengan Turki) mengenai apa yang harus dilakukan untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Aleppo. Masalah ini memastikan keamanan untuk pengiriman kargo,” imbuh Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (11/10/2016).
(mas)