S-300 dan S-400 Siaga, Rusia Peringatkan AS Jangan Serang Tentara Suriah

Jum'at, 07 Oktober 2016 - 01:34 WIB
S-300 dan S-400 Siaga,...
S-300 dan S-400 Siaga, Rusia Peringatkan AS Jangan Serang Tentara Suriah
A A A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia telah memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan koalisinya untuk tidak menyerang posisi-posisi militer Suriah. Sebab, ada banyak sistem rudal pertahanan S-300 dan S-400 yang siaga.

Rusia saat ini menyiagakan sistem rudal pertahanan S-400 dan S-300 di basis militer Tartus dan pangkalan udara Khmeimim, Suriah. Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Jenderal Igor Konashenkov, mengatakan S-300 dan S-400 Rusia bisa menjadi “kejutan” untuk semua objek terbang termasuk jet tempur tak dikenal di wilayah udara Suriah.

Jenderal Konashenkov melanjutkan, setiap serangan udara atau rudal yang menargetkan tentara Suriah loyalis Presiden Bashar al-Assad atau di wilayah yang dikuasai Pemerintah Suriah akan menempatkan tentara Rusia dalam bahaya.

”Awak sistem pertahanan udara Rusia tidak mungkin memiliki waktu untuk menentukan dalam 'garis lurus' jalur penerbangan yang tepat dari rudal dan kemudian menentukan siapa pemilik hulu ledaknya. Dan semua ilusi amatir tentang keberadaan jet 'tak terlihat' akan menghadapi kenyataan yang mengecewakan,” kata Konashenkov.

Dia juga mencatat bahwa Suriah sendiri memiliki sistem rudal S-200 dan sistem rudal BUK. Kedua senjata itu telah diperbarui selama tahun lalu.

Komentar Jenderal Rusia ini muncul setelah ada bocoran dri media-media Barat bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan serangan udara terhadap pasukan Pemerintah Suriah.

”Perhatian khusus adalah informasi bahwa penggagas provokasi tersebut adalah perwakilan dari CIA dan Pentagon, yang pada bulan September melaporkan ke Presiden (AS) soal pengendalian pasukan oposisi, tapi saat ini melobi untuk skenario ‘kinetik’ di Suriah,” ujar Konashenkov, seperti dikutip Russia Today, semalam (6/10/2016).

Dia memperingatkan Washington untuk melakukan perhitungan menyeluruh dari kemungkinan konsekuensi akibat rencana untuk menyerang pasukan Suriah.

Pada 17 September 2016, jet-jet tempur koalisi yang dipimpin AS membombardir posisi pasukan Pemerintah Suriah. Serangan yang diklaim koalisi AS sebagai hal ketidaksengajaan itu menewaskan 83 tentara Assad. Damaskus mengecamnya sebagai agresi terang-terangan.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Berita Terkini
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
38 menit yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
1 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
2 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
3 jam yang lalu
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
4 jam yang lalu
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved