Referendum Kolombia Tolak Kesepakatan Damai dengan Pemberontak

Senin, 03 Oktober 2016 - 06:31 WIB
Referendum Kolombia...
Referendum Kolombia Tolak Kesepakatan Damai dengan Pemberontak
A A A
BOGOTA - Referendum Kolombia menolak kesepakatan damai bersejarah dengan pemberontak FARC. Kesepakatan itu ditandatangani pekan lalu oleh Presiden Juan Manuel Santos dan pemimpin FARC Timoleon Jimenez setelah hampir empat tahun perundingan.

Lebih dari 99% pemilih yang datang ke TPS untuk memberikan suaranya dalam referendum Kolombia. Hasilnya, 50,2% menentang kesepakatan itu sementara 49,8% mendukungnya atau berselisih 63.000 orang dari 13 juta suara seperti dikutip dari BBC, Senin (3/10/2016).

Hasil referendum ini sungguh mengejutkan karena dengan begitu proses perdamaian kini diselimuti oleh ketidakpastian. Presiden Santos sebelumnya telah memperingatkan bahwa tidak ada rencana B untuk mengakhiri perang, yang telah menewaskan 260.000 orang.

Ini juga merupakan kemunduran besar untuk Presiden Juan Manuel Santos, yang sejak pemilihannya pada 2010 telah berjanji untuk mengakhiri konflik disalahkan karena menggusur sekitar delapan juta orang.

Kurang dari seminggu yang lalu, Presiden Santos merayakan dengan para pemimpin dunia dan para komandan FARC berakhirnya konflik bersenjata terakhir dan terlama di Amerika Latin pada upacara di kota bersejarah Cartagena.

Pemberontak FARC setuju untuk meletakkan senjata mereka setelah 52 tahun terlibat konflik untuk bergabung dalam proses politik. Para pemberontak sedang membuat rencana untuk meletakkan senjata mereka dan menjadi partai politik dalam waktu enam bulan.

Kelompok oposisi yang menolak perjanjian damai ini dipimpin oleh mantan Presiden berpengaruh Kolombia, Alvaro Uribe. Dia berpendapat bahwa pemerintah memperlakukan FARC terlalu lembek. Dia mengatakan bahwa jika 'tidak' orang menang, pemerintah harus kembali ke meja perundingan.

Baca juga:
Kolombia-Pemberontak FARC Sepakat Berdamai
(ian)
Berita Terkait
7 Petugas Tewas dalam...
7 Petugas Tewas dalam Serangan Bahan Peledak di Desa Huila Kolombia Barat
Mengaku Dapat Wangsit,...
Mengaku Dapat Wangsit, Keponakan Temukan Rp403 M di Bekas Rumah Escobar
Rusia Usir dan Persona...
Rusia Usir dan Persona Non Grata-kan Dua Diplomat Kolombia
Bentrok di Perbatasan...
Bentrok di Perbatasan Kolombia, Venezuela Tangkap Anggota Kartel Sinaloa
Kolombia Tangkap 10...
Kolombia Tangkap 10 Orang Terkait Penembakan Helikopter Presiden
Truk Polisi Diserang...
Truk Polisi Diserang dengan Bahan Peledak, 11 Orang Terluka
Berita Terkini
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
32 menit yang lalu
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
1 jam yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
2 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
3 jam yang lalu
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
11 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
12 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved