Abbas: Palestina Masih Bersedia Berdialog dengan Israel
Minggu, 02 Oktober 2016 - 13:21 WIB
Abbas: Palestina Masih Bersedia Berdialog dengan Israel
A
A
A
TEPI BARAT - Palestina masih bersedia untuk melakukan dialog dengan Israel, walaupun Israel sudah menutup pintu untuk melakukan dialog. Hal itu disampaikan oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
"Apakah mereka (Israel) menghilangkan kita atau kita menghilangkan mereka, mereka memiliki negara mereka dan kita memiliki negara kita," kata Abbas dalam konferensi yang diadakan di kota Bethlehem, Tepi Barat.
"Israel telah menutup pintu untuk melakukan dialog. Tapi, kami tidak menutupnya dan tangan kita masih siap untuk melakukan dialog perdamaian," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (2/10).
Abbas menambahkan, dimulainya kembali dialog dengan Israel harus didasarkan pada penghentian pembangunan pemukiman, melaksanakan dan menghormati perjanjian yang pernah disepakati kedua negara.
"Jika Israel tidak menghormati dan melaksanakan perjanjian yang sudah ada, bagaimana bisa menghormati perjanjian perdamaian permanen," kata Abbas.
Dia mencatat, Palestina jujur menyerukan dialog dengan Israel dengan didasarkan pada penghentian pembangunan pemukiman, melaksanakan dan menghormati perjanjian yang pernah disepakati kedua negara.
"Apakah mereka (Israel) menghilangkan kita atau kita menghilangkan mereka, mereka memiliki negara mereka dan kita memiliki negara kita," kata Abbas dalam konferensi yang diadakan di kota Bethlehem, Tepi Barat.
"Israel telah menutup pintu untuk melakukan dialog. Tapi, kami tidak menutupnya dan tangan kita masih siap untuk melakukan dialog perdamaian," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (2/10).
Abbas menambahkan, dimulainya kembali dialog dengan Israel harus didasarkan pada penghentian pembangunan pemukiman, melaksanakan dan menghormati perjanjian yang pernah disepakati kedua negara.
"Jika Israel tidak menghormati dan melaksanakan perjanjian yang sudah ada, bagaimana bisa menghormati perjanjian perdamaian permanen," kata Abbas.
Dia mencatat, Palestina jujur menyerukan dialog dengan Israel dengan didasarkan pada penghentian pembangunan pemukiman, melaksanakan dan menghormati perjanjian yang pernah disepakati kedua negara.
(esn)