Soal Suriah, AS Ancam Jatuhkan Sanksi Tambahan kepada Rusia
Sabtu, 01 Oktober 2016 - 06:40 WIB
Soal Suriah, AS Ancam Jatuhkan Sanksi Tambahan kepada Rusia
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dipastikan akan memasukkan sanksi tambahan kepada Rusia jika proses diplomatik terkait krisis di Suriah berujung pada kegagalan. Hal tersebut disampaikan oleh wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner.
Dalam sebuah konferensi pers, Toner menjelaskan bahwa Washington telah menjatuhkan sanksi yang berat kepada Rusia karena krisis di Ukraina. Ia menekankan bahwa AS perlu menimbang untuk menekan perekonomian Rusia agar kedua negara bisa bekerjasama di Suriah.
"Itu adalah pilihan yang sah, satu dari sekian banyak yang kita pertimbangkan," kata Toner kepada wartawan saat ditanya apakah Washington akan memberikan sanksi baru terhadap Rusia atas situasi di Suriah seperti disitat dari Sputniknews, Sabtu (1/10/2016).
Sebelumnya, pada hari Rabu lalu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan Washington akan membekukan kerjasama AS-Rusia di Suriah kecuali Moskow membujuk Damaskus untuk menghentikan serangan di Aleppo dan mengembalikan gencatan senjata. Kerry mengatakan hal itu langsung kepada koleganya Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, melalui sambungan telepon.
Dalam panggilan telepon berikutnya pada hari Kamis dan Jumat, baik Kerry dan Lavrov menekankan bahwa mereka siap untuk melakukan dialog tambahan guna menyelesaikan konflik Suriah.
Dalam sebuah konferensi pers, Toner menjelaskan bahwa Washington telah menjatuhkan sanksi yang berat kepada Rusia karena krisis di Ukraina. Ia menekankan bahwa AS perlu menimbang untuk menekan perekonomian Rusia agar kedua negara bisa bekerjasama di Suriah.
"Itu adalah pilihan yang sah, satu dari sekian banyak yang kita pertimbangkan," kata Toner kepada wartawan saat ditanya apakah Washington akan memberikan sanksi baru terhadap Rusia atas situasi di Suriah seperti disitat dari Sputniknews, Sabtu (1/10/2016).
Sebelumnya, pada hari Rabu lalu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan Washington akan membekukan kerjasama AS-Rusia di Suriah kecuali Moskow membujuk Damaskus untuk menghentikan serangan di Aleppo dan mengembalikan gencatan senjata. Kerry mengatakan hal itu langsung kepada koleganya Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, melalui sambungan telepon.
Dalam panggilan telepon berikutnya pada hari Kamis dan Jumat, baik Kerry dan Lavrov menekankan bahwa mereka siap untuk melakukan dialog tambahan guna menyelesaikan konflik Suriah.
(ian)