AS Ancam Hentikan Pembicaraan Soal Suriah dengan Rusia
Kamis, 29 September 2016 - 01:11 WIB
AS Ancam Hentikan Pembicaraan Soal Suriah dengan Rusia
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) bereaksi atas serangan udara terhadap Aleppo. AS mengancam akan menghentikan pembicaraan dan rencana menyerang kelompok teroris jika pemboman terhadap Aleppo tidak dihentikan.
Ancaman tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS John Kerry kepada kompatriotnya dari Rusia, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, lewat sambungan telepon. Ancaman ini adalah ancaman yang paling tegas di buat oleh AS kepada Rusia terkait Suriah sejak perjanjian gencatan senjata 9 September yang diprakarsai keduanya kolaps minggu lalu seperti dikutip dari New York Times, Kamis (29/9/2016).
"AS sedang melakukan persiapan untuk menangguhkan keterlibatan bilateral AS-Rusia terhadap Suriah, termasuk tentang pembentukan Pusat Pelaksana Gabungan, kecuali Rusia mengambil langkah dengan segera untuk mengakhiri seranga terhadap Aleppo dan mengembalikan penghentian permusuhan," kata Kerry kepada Lavrov seperti tertuang dalam pernyataan Departemen Luar Negeri AS.
Dalam pernyataan itu, Kerry juga menyatakan keprihatinannya atas serangan Rusia dan Suriah yang menghantam rumah sakit, jaringan air bersih, dan infrastruktur sipil lainnya. Beberapa serangan udara, kata Kerry, menggunakan senjata pembakar dan bom penghancur bunker, senjata peledak yang digunakan untuk membunuh tanpa pandang bulu.
Serangan udara terhadap Aleppo terjadi pasca runtuhnya perjanjian gencatan senjata 9 September pada akhir pekan lalu. Sejak saat itu, serangan udara Rusia dan Suriah di wilayah Aleppo telah menewaskan sedikitnya 1.937 orang dimana lebih dari setengah dari mereka warga sipil.
Ancaman tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS John Kerry kepada kompatriotnya dari Rusia, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, lewat sambungan telepon. Ancaman ini adalah ancaman yang paling tegas di buat oleh AS kepada Rusia terkait Suriah sejak perjanjian gencatan senjata 9 September yang diprakarsai keduanya kolaps minggu lalu seperti dikutip dari New York Times, Kamis (29/9/2016).
"AS sedang melakukan persiapan untuk menangguhkan keterlibatan bilateral AS-Rusia terhadap Suriah, termasuk tentang pembentukan Pusat Pelaksana Gabungan, kecuali Rusia mengambil langkah dengan segera untuk mengakhiri seranga terhadap Aleppo dan mengembalikan penghentian permusuhan," kata Kerry kepada Lavrov seperti tertuang dalam pernyataan Departemen Luar Negeri AS.
Dalam pernyataan itu, Kerry juga menyatakan keprihatinannya atas serangan Rusia dan Suriah yang menghantam rumah sakit, jaringan air bersih, dan infrastruktur sipil lainnya. Beberapa serangan udara, kata Kerry, menggunakan senjata pembakar dan bom penghancur bunker, senjata peledak yang digunakan untuk membunuh tanpa pandang bulu.
Serangan udara terhadap Aleppo terjadi pasca runtuhnya perjanjian gencatan senjata 9 September pada akhir pekan lalu. Sejak saat itu, serangan udara Rusia dan Suriah di wilayah Aleppo telah menewaskan sedikitnya 1.937 orang dimana lebih dari setengah dari mereka warga sipil.
(ian)