Media Turki Sebut Warga AS yang Tewas di Suriah Teroris

Minggu, 18 September 2016 - 05:22 WIB
Media Turki Sebut Warga...
Media Turki Sebut Warga AS yang Tewas di Suriah Teroris
A A A
ANKARA - Koran harian Turki, Daily Sabah, dalam editorialnya menghina pelabelan pahlawan yang diberikan kepada warga Amerika Serikat (AS) yang tewas di Suriah. Media yang dikenal sebagai corong dari Presiden Recep Tayyep Erdogan itu menyebut 3 warga AS sebagai teroris karena bergabung dengan pasukan Kurdi untuk memerangi ISIS.

Editor Daily Sabah, Mehmet Celik dalam tulisan editorialnya mengecam ucapan 'Selamat datang Pahlawan' kepada tiga warag AS yang tewas di Suriah karena berperang bersama pasukan YPG Suriah yang disebut sebagai teroris. Ia bahkan menyatakan penghormatan AS kepada warganya itu akan menambah ketegangan kedua negara ke dalam tingkatan yang baru terkait kemitraan Washington dengan kelompok Kurdi.

Celik kemudian menegaskan posisi pemerintah Turki terhadap pasukan Unit Perlindungan Rakyat (YPG) Kurdi Suriah yang dinilai sebagai cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), kelompok yang dicap sebagai teroris baik oleh Turki maupun AS. Namun, Departemen Luar Negeri AS tidak memberikan cap serupa kepada YPG seperti dikutip dari Sputniknews, Minggu (18/9/2016).

Tiga warga AS yang tewas diidentifikasi sebagai Levi Shirley (24), Jordan McTaggart (22), dan William Savage (27). Kedatangan peti mati yang membawa ketiganya disambut dengan pengibaran bendera setengah tiang akan di atas gedung Capitol sebagai bentuk penghormatan kepada masing-masing keluarga ketiga pemuda tersebut.

Baca juga:
Tewas Perangi ISIS, Warga AS Dapat Penghormatan Ala Militer


"Meskipun Ankara berulang kali menegaskan bahwa PYD dan YPG merupakan ancaman keamanan nasional untuk Turki di sepanjang perbatasan selatannya karena berafiliasi dengan PKK, Washington mengatakan bahwa PYD dan YPG adalah mitra dalam memerangi ISIS di Suriah, mengabaikan peringatan Turki," tulis Celik.

Celik percaya bahwa AS seharusnya tidak menghormati warganya yang tewas itu atau berisiko mengasingkan Turki sebagai sekutu yang terlibat konflik cukup lama dengan Kurdi. Hubungan AS dengan Turki semakin merenggang setelah Washington belum juga mengekstradisi Fethullah Gulen yang diduga menjadi dalang kudeta 15 Juli lalu dengan alasan kurangnya bukti yang diperlukan dalam proses hukum di AS.
(ian)
Berita Terkait
Suriah Sebut Setiap...
Suriah Sebut Setiap Serangan Turki Sama dengan Kejahatan Perang
Turki Ingin AS Angkat...
Turki Ingin AS Angkat Kaki dari Irak dan Suriah
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
AS: Operasi Militer...
AS: Operasi Militer Turki ke Suriah Mengancam Stabilitas Regional
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
AS Prihatin Turki Terus...
AS Prihatin Turki Terus Gempur Basis Kurdi di Suriah
Berita Terkini
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
8 menit yang lalu
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
47 menit yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
1 jam yang lalu
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
1 jam yang lalu
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
1 jam yang lalu
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Humaira Asghar...
Profil Humaira Asghar Ali, Artis Pakistan yang Tewas di Apartemen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved