AS Akhirnya Serahkan Lokasi Pemberontak Suriah kepada Rusia
Sabtu, 17 September 2016 - 06:56 WIB
AS Akhirnya Serahkan Lokasi Pemberontak Suriah kepada Rusia
A
A
A
MOSKOW - Amerika Serikat (AS) akhirnya menyerahkan data lokasi kelompok oposisi yang beroperasi di Suriah kepada Rusia untuk pertama kalinya. Hal itu diungkapkan oleh perwakilan khusus dari Kementerian Pertahanan Rusia, Alexander Zorin.
Zorin lantas mengatakan bahwa analisis awal dari data tersebut menunjukkan bahwa tidak pernah dibuat perbedaan antara kelompok pemberontak yang didukung AS, yang disebut kelompok pemberontak moderat, dengan kelompok teroris Jabhat Fateh al-Sham. Kelompok Jabhat Fateh al-Sham sebelumnya bernama Front al-Nusra, kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.
"Pejabat Rusia telah menghubungi perwakilan dari Pentagon dan layanan khusus AS di Jenewa. Kami mengexaminating data yang terkait dengan bidang operasi kelompok-kelompok bersenjata yang dikuasai AS, yang telah kami terima. Tapi analisis awal menunjukkan bahwa perbedaan antara kelompok pemberontak dan teroris tidak pernah dibuat," kata Zorin seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (17/9/2016).
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa daftar kelompok oposisi moderat Suriah yang diberikan AS kepada Rusia mengandung formasi yang terkait dengan kelompok militan Front al-Nusra.
"Dia [Lavrov] mencatat bahwa daftar kelompok yang menandatangani perjanjian dengan AS berpegang pada gencatan senjata yang disediakan oleh pihak AS berisi serangkaian formasi yang terang-terangan bekerjasama erat dengan teroris Front al-Nusra," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Zorin lantas mengatakan bahwa analisis awal dari data tersebut menunjukkan bahwa tidak pernah dibuat perbedaan antara kelompok pemberontak yang didukung AS, yang disebut kelompok pemberontak moderat, dengan kelompok teroris Jabhat Fateh al-Sham. Kelompok Jabhat Fateh al-Sham sebelumnya bernama Front al-Nusra, kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.
"Pejabat Rusia telah menghubungi perwakilan dari Pentagon dan layanan khusus AS di Jenewa. Kami mengexaminating data yang terkait dengan bidang operasi kelompok-kelompok bersenjata yang dikuasai AS, yang telah kami terima. Tapi analisis awal menunjukkan bahwa perbedaan antara kelompok pemberontak dan teroris tidak pernah dibuat," kata Zorin seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (17/9/2016).
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa daftar kelompok oposisi moderat Suriah yang diberikan AS kepada Rusia mengandung formasi yang terkait dengan kelompok militan Front al-Nusra.
"Dia [Lavrov] mencatat bahwa daftar kelompok yang menandatangani perjanjian dengan AS berpegang pada gencatan senjata yang disediakan oleh pihak AS berisi serangkaian formasi yang terang-terangan bekerjasama erat dengan teroris Front al-Nusra," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
(ian)