Pertama Kalinya 3 Tentara Turki Tewas Dirudal ISIS
Kamis, 08 September 2016 - 00:11 WIB
Pertama Kalinya 3 Tentara Turki Tewas Dirudal ISIS
A
A
A
JARABLUS - Militer Turki untuk pertama kalinya menderita kerugian sejak meluncurkan perang terhadap kelompok ISIS di wilayah Suriah. Tiga tentara Turki tewas oleh serangan rudal ISIS di Jarablus, Suriah utara.
Turki mulai meluncurkan perang darat dengan target kelompok Islamic State (ISIS) dan kelompok Kurdi di wilayah Suriah sejak Juli 2016.
Turki mengklaim kemenangan hanya 14 jam setelah meluncurkan serangan udara dan darat di Jarablus. Menurut laporan IB Times, Rabu (7/9/2016), operasi militer itu merupakan intervensi terbesar Turki dalam perang sipil Suriah dalam lima tahun terakhir.
Militer Turki telah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa militant ISIS menembakkan sejumlah rudal terhadap tank tempur Turki selama bentrokan pada hari Minggu.
Rudal-rudal itu semula menewaskan dua tentara Turki dan melukai lima tentara lainnya. Kelima tentara Turki yang terluka dievakuasi dengan helikopter. Menurut kantor berita Anadolu, salah satun dari lima tentara yang luka itu kemudian dinyatakan tewas di rumah sakit saat upaya penyelamatan berlangsung.
Para pejabat Turki mengklaim operasi militernya sebagai latihan anti-teror. Namun, operasi di wilayah Suriah itu telah menempatkan militer Turki ke dalam konfrontasi langsung dengan pasukan Kurdi. Pada hari kelima operasi militer Turki di Suriah, seorang prajurit Turki dilaporkan tewas dalam bentrokan dengan pasukan Kurdi.
Kelompok Kurdi yang memimpin korps yang dikenal sebagai Pasukan Demokratik Suriah atau SDF, telah merebut kembali Manbij dari ISIS pada awal bulan ini. Namun, keberhasilan SDF itu memicu kekhawatiran Ankara bahwa pasukan Kurdi akan merebut seluruh wilayah perbatasan Suriah-Turki.
Turki mulai meluncurkan perang darat dengan target kelompok Islamic State (ISIS) dan kelompok Kurdi di wilayah Suriah sejak Juli 2016.
Turki mengklaim kemenangan hanya 14 jam setelah meluncurkan serangan udara dan darat di Jarablus. Menurut laporan IB Times, Rabu (7/9/2016), operasi militer itu merupakan intervensi terbesar Turki dalam perang sipil Suriah dalam lima tahun terakhir.
Militer Turki telah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa militant ISIS menembakkan sejumlah rudal terhadap tank tempur Turki selama bentrokan pada hari Minggu.
Rudal-rudal itu semula menewaskan dua tentara Turki dan melukai lima tentara lainnya. Kelima tentara Turki yang terluka dievakuasi dengan helikopter. Menurut kantor berita Anadolu, salah satun dari lima tentara yang luka itu kemudian dinyatakan tewas di rumah sakit saat upaya penyelamatan berlangsung.
Para pejabat Turki mengklaim operasi militernya sebagai latihan anti-teror. Namun, operasi di wilayah Suriah itu telah menempatkan militer Turki ke dalam konfrontasi langsung dengan pasukan Kurdi. Pada hari kelima operasi militer Turki di Suriah, seorang prajurit Turki dilaporkan tewas dalam bentrokan dengan pasukan Kurdi.
Kelompok Kurdi yang memimpin korps yang dikenal sebagai Pasukan Demokratik Suriah atau SDF, telah merebut kembali Manbij dari ISIS pada awal bulan ini. Namun, keberhasilan SDF itu memicu kekhawatiran Ankara bahwa pasukan Kurdi akan merebut seluruh wilayah perbatasan Suriah-Turki.
(mas)