Obama-Duterte Batal Bertemu, Ini Penjelasan AS
Rabu, 07 September 2016 - 11:48 WIB
Obama-Duterte Batal Bertemu, Ini Penjelasan AS
A
A
A
VIENTIANE - Presiden Amerika Serikat (AS) Baracak Obama seharusnya dijadwalkan bertemu dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di sela-sela KTT ASEAN. Namun, pertemuan itu urung dilakukan setelah Presiden Duterte menghina Presiden Obama.
Terkait hal ini, Wakil Penasihat Keamanan Nasional Ben Rhodes pun memberikan penjelasan. Menurutnya, pernyataan Presiden Duterte telah menciptakan lingkungan yang tidak konstruktif untuk melakukan pertemuan bilateral. Akibatnya, pertemuan tersebut akan terfokus pada pernyataan kontroversial Duterte.
"Jadi mengingat hal tersebut, kami merasa bahwa itu bukan waktu yang tepat untuk melakukan pertemuan bilateral antara kedua presiden. Dan itu sesuatu yang kita bahas dengan para pejabat dari pemerintah Filipina tadi malam," jelas Rhodes dalam rilis yang diterima Sindonews, Rabu (7/9/2016).
Meski begitu, Rhodes memastikan jika hubungan antara AS dengan Filipina tidak akan terganggu dengan hal tersebut. Filipina tetap menjadi salah satu sekutu AS di Asia.
"Aliansi kami dengan Filipina akan tetap solid. Kami memiliki hubungan kerja yang sangat dekat dengan pemerintah Filipina terkait isu-isu yang berkaitan dengan penanggulangan bencana, keamanan maritim, koordinasi diplomatik pada isu-isu yang berkaitan dengan Laut Cina Selatan; ekonomi, komersial dan hubungan orang dengan orang," kata Rhodes.
Terkait hal ini, Wakil Penasihat Keamanan Nasional Ben Rhodes pun memberikan penjelasan. Menurutnya, pernyataan Presiden Duterte telah menciptakan lingkungan yang tidak konstruktif untuk melakukan pertemuan bilateral. Akibatnya, pertemuan tersebut akan terfokus pada pernyataan kontroversial Duterte.
"Jadi mengingat hal tersebut, kami merasa bahwa itu bukan waktu yang tepat untuk melakukan pertemuan bilateral antara kedua presiden. Dan itu sesuatu yang kita bahas dengan para pejabat dari pemerintah Filipina tadi malam," jelas Rhodes dalam rilis yang diterima Sindonews, Rabu (7/9/2016).
Meski begitu, Rhodes memastikan jika hubungan antara AS dengan Filipina tidak akan terganggu dengan hal tersebut. Filipina tetap menjadi salah satu sekutu AS di Asia.
"Aliansi kami dengan Filipina akan tetap solid. Kami memiliki hubungan kerja yang sangat dekat dengan pemerintah Filipina terkait isu-isu yang berkaitan dengan penanggulangan bencana, keamanan maritim, koordinasi diplomatik pada isu-isu yang berkaitan dengan Laut Cina Selatan; ekonomi, komersial dan hubungan orang dengan orang," kata Rhodes.
(ian)