Nyonya Teror Bantah Anaknya Muncul Dalam Video Eksekusi ISIS
Sabtu, 03 September 2016 - 23:38 WIB
Nyonya Teror Bantah Anaknya Muncul Dalam Video Eksekusi ISIS
A
A
A
LONDON - Pengantin jihad asal Inggris Sally Jones atau Nyonya Teror membantah jika anaknya adalah salah satu dari pelaku eksekusi dalam video propaganda ISIS. Jones juga mengeluarkan ancaman terhadap Inggris yang melakukan seranga udara terhadap ISIS.
"Itu bukan anakku. Kalau anakku adalah di video, aku akan sangat bangga dan semoga Allah SWT (Yang Maha Agung, Yang Maha Mulia) memberikan pahala ke khalifahan aamiin," tulis Sally Jones dalam serangkaian pesan di Twitter.
"Ngomong-ngomong, anakku sekarang mengumpulkan granat bukan serangga. Alhamdulillah karena mempunyai anak laki-laki yang baik untuk ISIS," katanya lagi seperti dikutip dari Independent, Sabtu (3/9/2016)
Sebelumnya, dalam sebuah video eksekusi, ISIS menunjukkan empat bocah mengeksekusi empat tawanan yang berlutut dengan menembak kepalanya sambil mengenakan seragam tempur. Salah satunya disebut-sebut sebagai Joe "JoJo" Dixon yang datang ke Suriah bersama ibunya, Sally Jones, untuk bergabung bersama ISIS pada 2013 lalu.
Keterangan dalam video itu mengidentifikasinya dengan nama perang Abu Abdullah al-Britani, namun mantan rekan Jones mengakui anak itu sebagai anak mereka.
Ayahnya, yang sengaja namanya disembunyikan karena khawatir akan keselamatannya, belum melihatnya namun kepada Mail mengatakan dia pikir anak dalam video itu mungkin anaknya. "Dia brilian, hanya seorang anak yang normal yang selalu mengejar serangga saat bermain di taman. Ini menjijikkan dia telah dicuci otaknya," katanya.
"Itu bukan anakku. Kalau anakku adalah di video, aku akan sangat bangga dan semoga Allah SWT (Yang Maha Agung, Yang Maha Mulia) memberikan pahala ke khalifahan aamiin," tulis Sally Jones dalam serangkaian pesan di Twitter.
"Ngomong-ngomong, anakku sekarang mengumpulkan granat bukan serangga. Alhamdulillah karena mempunyai anak laki-laki yang baik untuk ISIS," katanya lagi seperti dikutip dari Independent, Sabtu (3/9/2016)
Sebelumnya, dalam sebuah video eksekusi, ISIS menunjukkan empat bocah mengeksekusi empat tawanan yang berlutut dengan menembak kepalanya sambil mengenakan seragam tempur. Salah satunya disebut-sebut sebagai Joe "JoJo" Dixon yang datang ke Suriah bersama ibunya, Sally Jones, untuk bergabung bersama ISIS pada 2013 lalu.
Keterangan dalam video itu mengidentifikasinya dengan nama perang Abu Abdullah al-Britani, namun mantan rekan Jones mengakui anak itu sebagai anak mereka.
Ayahnya, yang sengaja namanya disembunyikan karena khawatir akan keselamatannya, belum melihatnya namun kepada Mail mengatakan dia pikir anak dalam video itu mungkin anaknya. "Dia brilian, hanya seorang anak yang normal yang selalu mengejar serangga saat bermain di taman. Ini menjijikkan dia telah dicuci otaknya," katanya.
(ian)