Tuai Kecaman, Prancis Batal Melarang Burkini

Jum'at, 26 Agustus 2016 - 22:55 WIB
Tuai Kecaman, Prancis...
Tuai Kecaman, Prancis Batal Melarang Burkini
A A A
PARIS - Pemerintah Prancis pada hari Jumat (26/8/2016) memutuskan untuk membatalkan larangan pemakaian burkini setelah larangan tersebut menuai kecaman sejumlah pihak, termasuk dari luar negeri. Pihak Conseil d'Etat (Dewan Negara Prancis) menyatakan larangan pemakaian busana renang bagi perempuan berjilbab itu ilegal.

Putusan keluar setelah Liga Hak Asasi Manusia meminta pembatalan larangan pemakaian burkini di Kota Villeneuve-Loubet.

“Larangan itu jelas serius dan ilegal, melanggar kebebasan dasar untuk datang dan pergi, kebebasan keyakinan dan kebebasan individu,” bunyi pernyataan Conseil d'Etat.

Pada hari Kamis, Wali Kota Paris dan London kompak mengutuk larangan pemakaian burkini sebagai penghinaan atas hak asasi manusia. Wali Kota Muslim pertama London, Sadiq Khan, mengatakan bahwa dalam keadaan darurat sekalipun, tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa wanita tidak bisa memakai apa yang berhak mereka pakai.

“Saya cukup kuat tentang hal ini. Saya tidak berpikir siapa pun harus memberitahu wanita apa yang mereka bisa dan tidak bisa dipakai. Kendali berhenti. Ini sesederhana itu. Saya tidak berpikir itu benar,” kata Sadiq Khan.

Wali Kota Paris, Anne Hidalgo, setuju dengan argumen Sadiq Khan dan menyerukan diakhirinya "histeria" dari larangan pemakaian burkini.

Prancis telah menetapkan situasi darurat sejak serangan teror di Paris November lalu, yang menewaskan 130 orang. Setelah itu serangan teror berlanjut pada perayaan Bastile Day di Nice bulan lalu, di mana seorang sopir truk yang memuat banyak bahan peledak menabrak kerumunan massa di Nice dan menewaskan 86 orang.

Larangan pemakaian burkini di tempat umum sempat bemunculan di beberapa kota di Prancis. French Riviera adalah salah satu kota yang menegaskan larangan pemakaian burkini. Kota Nice juga melarang hal serupa.

Selanjutnya, Kota Cannes tak mau kalah ikut serta mengeluarkan larangan pemakaian burkini.Wali Kota Cannes, David Lisnard, menandatangani sebuah dekrit yang menyatakan bahwa wanita Muslim mengenakan burkini bisa menjadi ancaman bagi ketertiban umum.

Thierry Migoule, kepala layanan kota Cannes, mengaitkan pemakaian burkini dengan kelompok ISIS atau Daesh.

”Kami tidak berbicara tentang pelarangan pemakaian simbol-simbol keagamaan di pantai, tapi itu pakaian mewah yang mengacu pada kesetiaan terhadap gerakan teroris yang berperang dengan kami,” katanya, seperti dikutip Sputniknews.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
59 menit yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
3 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
3 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
6 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
6 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Brigitte: Ibu...
Profil Brigitte: Ibu Negara Prancis yang Tampar Presiden Macron
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved