Pertempuran Kembali Meletus di Sudan Selatan

Minggu, 14 Agustus 2016 - 15:20 WIB
Pertempuran Kembali...
Pertempuran Kembali Meletus di Sudan Selatan
A A A
JUBA - Juru bicara kelompok oposisi mengatakan pertempuran kembali pecah antara pasukan yang setia dengan presiden dan kelompok oposisi di kota Yei, barat daya ibukota Sudan Selatan, Juba. Insiden ini memicu kekhawatiran negara itu akan kembali tenggelam dalam perang sipil.

Juru bicara kelompok oposisi, James Gatdet menyalahkan pasukan pemerintah karena telah memicu bentrokan terebut. "Pasukan kami telah berhasil menutup jalan Juba-Yei. Pasukan kami menghancurkan konvoi pasukan pemerintah yang menyerang pasukan kami," katanya.

Seorang saksi melaporkan bahwa terdengar suara tembakan senjata berat di wilayah sekitar Yei, yang terletak di jalan yang menghubungkan ibukota Juba dengan negara tetangga Uganda seperti dikutip dari laman Reuters, Minggu (14/8/2015).

Terkait bentrokan ini tidak ada komentar resmi dari Pemerintah. Kedua kubu kerap saling menyalahkan satu sama lain dalam setiap pertempuran yang terjadi. Konflik terjadi akibat perbedaan politik Presiden Salva Kiir dan mantan wakilnya Riek Machar. Konflik pertama antara para pendukungnya pecah pertama kali pada akhir 2013. Keduanya lantas menandatangani kesepakatan dami pada bulan Agustus 2015.

Meski begitu, pertempuran sporadis tetap terjadi diantara para pendukung keduanya. Sebelumnya, pada bulan Juli lalu, kedua pendukung keduanya terlibat bentrok yang memaksa PBB mengirimkan pasukan dengan kekuatan 4.000 personel untuk mendukung misi penjaga perdamaian yang berkekuatan 12.000 personel.
(ian)
Berita Terkait
Pemerintah dan Kelompok...
Pemerintah dan Kelompok Bersenjata Sudan Capai Kesepakatan Damai
Banjir di Sudan Semakin...
Banjir di Sudan Semakin Parah, Sebanyak 4.000 Rumah Hancur
Pemberontak RSF Dituding...
Pemberontak RSF Dituding Tutupi Skandal Genosida dengan Bakar dan Kubur Jenazah
Siapa Pemimpin Konflik...
Siapa Pemimpin Konflik Sudan?
Pemimpin Faksi yang...
Pemimpin Faksi yang Bertikai di Sudan Setujui Gencatan Senjata 7 Hari
Tentara Sudan Kuasai...
Tentara Sudan Kuasai Istana Kepresidenan, Pemberontak Masih Tebar Ancaman
Berita Terkini
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
40 menit yang lalu
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
3 jam yang lalu
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
3 jam yang lalu
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
4 jam yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
5 jam yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved