Kalah Arbitrase Laut China Selatan, Beijing Disambangi Kapal Perang AS

Rabu, 10 Agustus 2016 - 00:10 WIB
Kalah Arbitrase Laut...
Kalah Arbitrase Laut China Selatan, Beijing Disambangi Kapal Perang AS
A A A
QINDAO - Kapal perang USS Benfold Amerika Serikat (AS) tiba di pelabuhan Qingdao, China, sebagai upaya untuk membangun kepercayaan antara Angkatan Laut AS dan China. Kunjungan kapal perang AS ke China ini merupakan yang pertama kali sejak pengadilan Arbitrase Laut China Selatan di Den Haag memenangkan gugatan Filipina atas sengketa klaim wilayah Laut China Selatan.

Komandan kapal perang USS Benfold, Justin L. Harts, mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk membangun hubungan.

”Para pelaut adalah pelaut di akhir hari, baik itu di Timur atau di Barat; kita semua menghadapi tantangan yang sama di laut. Kesamaan ini mempersatukan kita. Saya yakin bahwa pada akhir pekan kita akan melihat bahwa pelaut Amerika dan pelaut China sedekat seperti pelaut lainnya di laut lepas,” kata Harts, seperti dikutip dari situs US 7th Fleet’s, semalam (9/8/2016).

Setelah kedatangannya pada hari Senin, kapal perang USS Benfold mengadakan latihan dengan Angkatan Laut China. Kunjungan kapal perang AS ini juga diklaim bertujuan untuk memberikan kesempatan pada pelaut China dan AS berinteraksi dan membangun hubungan melalui kepentingan maritim bersama.

China seperti diketahui marah dan tidak terima dengan putusan Pengadilan Tetap Arbitrase (PCA) soal sengketa Laut China Selatan yang keluar pada 12 Juli 2016 lalu. Putusan pengadilan di Den Haag itu menyatakan bahwa klaim teritorial China di Laut China Selatan tidak memiliki dasar hukum. Beijing juga dinyatakan melanggar kedaulatan Filipina.

Sejak putusan PCA muncul itu, China terus melakukan manuver untuk menjaga pulau-pulau buatan di Kelompok Spratly yang disengketakan. Beijing juga mendaratkan dua pesawat sipil di landasan baru pada terumbu Mischief dan Subi yang disengketakan serta mengirim pasukan coast guard (penjaga pantai) untuk memblokir kapal nelayan Filipina mencapai wilayah yang diperebutkan.

Hubungan AS dan China dalam beberapa hari terakhir juga terus memanas, setelah AS dan sekutunya—Jepang dan Australia—mendesak China tunduk pada putusan PCA. Media-media Pemerintah China bahkan mengobarkan retorika perang terhadap AS dalam editorialnya.
(mas)
Berita Terkait
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pesawat Bomber AS dan...
Pesawat Bomber AS dan Kapal Induk China 'Pemanasan' di Laut China Selatan
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
3 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
4 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
5 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
6 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
7 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
8 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved