Buka Lembaran Baru, Erdogan Sebut Putin Teman

Senin, 08 Agustus 2016 - 07:56 WIB
Buka Lembaran Baru,...
Buka Lembaran Baru, Erdogan Sebut Putin Teman
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pembicaraan yang akan berlangsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow akan membuka “lembaran baru” dalam hubungan Turki dan Rusia. Erdogan kini menyebut Putin sebagai teman.

”Ini akan menjadi kunjungan bersejarah, sebuah awal baru. Saya percaya bahwa sebuah lembaran baru akan dibuka (selama) negosiasi dengan teman saya Vladimir,” kata Erdogan dalam wawancaranya dengan kantor berita Itar-Tass.


“Belum banyak bagi negara kita untuk melakukan hal bersama-sama,” lanjut Erdogan.

Presiden Turki juga menekankan pentingnya upaya Rusia di Suriah dengan mengakui bahwa rekonsiliasi konflik Suriah mustahil tanpa Rusia.

”Sebuah solusi untuk krisis Suriah tidak dapat ditemukan tanpa Rusia. Kita bisa menyelesaikan krisis Suriah hanya bekerjasama dengan Rusia,” ujar Erdogan yang dikutip Senin (8/8/2016).

Sebelumnya, Kremlin juga menyampaikan harapan bahwa posisi Turki di Suriah akan menjadi lebih konstruktif.

”Krisis Suriah akan dibahas secara mendalam (pada pertemuan kedua presiden) dan kami berharap bahwa posisi Turki akan menjadi lebih konstruktif,” kata ajudan Presiden Putin, Yury Ushakov kepada wartawan.

Hubungan antara kedua negara sempat memburuk setelah Turki menembak jatuh sebuah jet militer Rusia di perbatasan Suriah-Turki pada bulan November 2015. Setelah kejadian itu, Rusia menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap Turki, termasuk embargo impor pangan, larangan penerbangan charter ke Turki hingga larangan mempekerjakan warga negara Turki.

Hubungan mulai membaik, setelah Erdogan mengungkapkan penyesalannya atas insiden itu. Erdogan juga berniat memulihkan hubungan dengan Rusia.

Sementara itu, dalam wawancara pada Minggu dengan Itar-Tass, Erdogan sekali lagi mengkritik Uni Eropa yang dia anggap menerapkan standar ganda terhadap Turki.

”Uni Eropa bermain dengan kami selama 53 tahun. Kami secara konsisten telah membuktikan kejujuran kami dan mengharapkan hal yang sama dari Uni Eropa. (Uni Eropa) ini harus meninggalkan kebijakan standar ganda,” ujar Presiden Erdogan.
(mas)
Berita Terkait
Pemimimpin Gereja Ortodoks...
Pemimimpin Gereja Ortodoks Rusia Tolak Rencana Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid
Etnis Tatar Krimea Peringati...
Etnis Tatar Krimea Peringati Hari Korban Genosida
Rusia Menyangkal Ikut...
Rusia Menyangkal Ikut Campur Pemilu Turki
Inilah Kapal Rusia yang...
Inilah Kapal Rusia yang Ditahan Turki karena Dicurigai Bawa Gandum Ukraina
Memanas, Rusia Bakal...
Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut Mediterania
Turki Khianati NATO,...
Turki Khianati NATO, Dukung Rusia untuk Membela Diri
Berita Terkini
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
13 menit yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
1 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
2 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
3 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
4 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
5 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved