Didesak Patuhi Putusan Arbitrase Laut China Selatan, Beijing Marah

Jum'at, 15 Juli 2016 - 14:50 WIB
Didesak Patuhi Putusan...
Didesak Patuhi Putusan Arbitrase Laut China Selatan, Beijing Marah
A A A
BEIJING - Pemerintah China marah setelah didesak Australia untuk mematuhi putusan arbitrase terkait sengketa klaim Laut China Selatan.

Beijing justru mengancam Australia untuk hengkang dari polemik sengketa maritim atau menanggung risiko atas kerusakan hubungan bilateral.

Desakan Australia sebelumnya dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Julie Bishop pada hari Rabu lalu. China menyebut pengadilan arbitrase sebagai lelucon, konspirasi Amerika Serikat dan hanya sekadar putusan selembar kertas sampah.

Kementerian Luar Negeri China mengaku terkejut dengan pernyataan Bishop yang mendesak Beijing untuk mematuhi putusan pengadilan arbitrase dan menegaskan sikap Australia untuk bebas bernavigasi di Laut China Selatan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, mengatakan bahwa pernyataan Bishop yang menyebut putusan arbitrase final dan mengikat secara hukum adalah pernyataan yang salah.

”Terus terang, saya terkejut dengan pernyataan dari Menteri Luar Negeri Bishop,” kata Lu Kang, seperti dikutip news.com.au, Jumat (15/7/2016).

”Australia tidak harus memperlakukan putusan ilegal dari pengadilan arbitrase ilegal sebagai hukum internasional,” lanjut Lu Kang.

”Australia bukan merupakan pihak (yang terlibat) untuk isu Laut China Selatan. Kami berharap Australia harus tegas mematuhi janji untuk tidak memegang posisinya ketika ada sengketa teritorial.”

”Hati-hati berbicara dan hati-hati berperilaku. Australia tidak harus melakukan apa pun yang akan merusak perdamaian, stabilitas dan keamanan serta hubungan antara China dan Australia,” lanjut ancaman yang dikeluarkan Lu Kang.

Menurutnya, rakyat China marah bahwa Bishop mengklaim reputasi China sebagai negara adidaya bisa menderita jika mengabaikan putusan arbitrase.

”China telah mengajukan representasi serius kepada Australia mengenai pernyataan yang salah yang disampaikan oleh para pemimpin Australia,” kata Lu Kang. ”Kami tegas terhadap ini.”
(mas)
Berita Terkait
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
2 Negara Tetangga Indonesia...
2 Negara Tetangga Indonesia Ini Berani Menggertak China
Dukung AS, Australia...
Dukung AS, Australia Tolak Klaim China atas Laut China Selatan
Pilot Australia Ditawari...
Pilot Australia Ditawari Bantuan Psikologis setelah Cegat Jet Tempur China
China: Ikut Campur Laut...
China: Ikut Campur Laut China Selatan, Australia bak Naik Kapal Bocor AS
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Berita Terkini
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
10 menit yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
2 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
3 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
4 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
5 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
6 jam yang lalu
Infografis
3 Jenderal TNI Asli...
3 Jenderal TNI Asli Makassar Berkarier Moncer, Harumkan Sulawesi Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved