Perangi ISIS, Gaji Pasukan Kurdi Ditanggung AS

Kamis, 14 Juli 2016 - 16:02 WIB
Perangi ISIS, Gaji Pasukan...
Perangi ISIS, Gaji Pasukan Kurdi Ditanggung AS
A A A
BAGHDAD - Seorang pejabat kementerian Kurdi mengatakan, bahwa gaji pejuang pasukan Kurdi, Peshmerga, yang mengambil bagian dari perang merebut kota Mosul akan di bayarkan oleh Amerika Serikat (AS). Hal itu adalah bagian dari perjanjian protokol militer antara Departemen Pertahan dan Pemerintah Daerah Kurdi (KRG).

Sekjen Kementerian KRG untuk Urusan Peshmerga Cabbar Yaver mengatakan saat ini KRG tengah menghadapi krisis ekonomi akibat konflik anggaran yang sedang berlangsung antara pemerintah Irak di Baghdad dan Erbil, ibukota administratif KRG. Krisis diperburuk dengan jatuhnya harga minyak global yang menyebabkan KRG tidak mampu membayar gaji pasukan Peshmerganya yang jumlannya mencapai 50 ribu.

Dalam wawancara eksklusif dengan kantor berita Anadolu, Yaver mengatakan, protokol militer itu diperlukan untuk mengeluarkan dana yang berasal dari AS dan akan dipergunakan untuk membayar gaji pasukan Peshmerga.

"Bagian pertama dari dana tersebut berjumlah USD415 juta akan dipergunakan untuk membayar gaji dan pengeluaran perang lainnya. AS akan terus memberikan dana sampai akhir kampanye anti-Daesh di Irak," tutur Yaver menggunakan istilah Arab untuk ISIS seperti dikutip dari Albawaba, Kamis (14/7/2016).

Ia juga menekankan bahwa para pejuang Peshmerga akan mengosongkan Mosul segera setelah merebut kota itu dari tangan ISIS. Begitu pasukan Peshmerga memasuki pusat Mosul, bersama pasukan militer Irak, mereka akan menyerahkan daerah yang dibebaskan kepada pasukan keamanan lokal sebelum ditugaskan kembali ke luar kota.

Awal pekan lalu, Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengatakan Washington merencanakan untuk mengirim 560 tentara ke Irak untuk membantu "membebaskan" Mosul. Irak telah mengalami kekosongan keamanan sejak pertengahan 2014, ketika ISIS menguasai Mosul dan menyerbu sebagian besar wilayah di bagian utara dan barat negara itu.
(ian)
Berita Terkait
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Pasukan Pimpinan AS...
Pasukan Pimpinan AS Akhiri Misi Tempur di Irak
Profil Jassim Al Mazrouei...
Profil Jassim Al Mazrouei Jenderal Tertinggi ISIS yang Berhasil Dibunuh Tentara Irak
ISIS Manfaatkan Pandemi...
ISIS Manfaatkan Pandemi COVID-19 untuk Tingkatkan Serangan di Irak
ISIS Luncurkan Serangan...
ISIS Luncurkan Serangan di Baghdad, 11 Orang Terbunuh, 8 Luka
Berita Terkini
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
42 menit yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
1 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
3 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
4 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved