Gadis 13 Tahun Asal AS Tewas Ditikam Pemuda Palestina
Jum'at, 01 Juli 2016 - 19:53 WIB
Gadis 13 Tahun Asal AS Tewas Ditikam Pemuda Palestina
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan, seorang gadis berusia 13 tahun, warga negara AS, tewas ditikam oleh pemuda Palestina. Gadis itu ditikam saat sedang tertidur. Peristiwa itu terjadi di sebuah pemukiman di Tepi Barat.
Pejabat AS menyatakan serangan tersebut sebagai serangan teroris yang sangat keterlaluan. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby mengatakan, gadis AS yang diketahui bernama Hallel Ariel tewas setelah seorang pemuda Palestina berusia 17 tahun masuk ke rumahnya di Tepi Barat.
"Kami mengutuk dalam istilah terkuat atas serangan teroris yang keterlaluan pagi ini di Tepi Barat, di mana seorang gadis 13 tahun, Hallel Ariel, ditikam sampai mati di rumahnya," katanya, seperti dikutip dari laman ABC News, Jumat (1/7/2016).
"Aksi brutal teroris ini adalah contoh tidak adanya moral. Kami menyampaikan bela sungkawa terdalam kami untuk keluarganya. Kami juga memahami individu lain yang menanggapi serangan ini, terluka oleh penyerang. Kami sampaikan harapan kami agar pemulihan keadaan ini berlangsung dengan cepat," tambahnya.
Pelaku yang diidentifikasi sebagai Mohammed Tarayreh ditembak dan dibunuh oleh penjaga pasca insiden tersebut. Sejak September lalu, warga Palestina telah melakukan puluhan penusukan, penembakan dan serangan kendaraan yang menewaskan 33 warga Israel dan dua wisatawan Amerika.
Dalam periode yang sama, sekitar 200 warga Palestina tewas dan sebagian besar diidentifikasi oleh pemerintah Israel sebagai pelaku penyerangan. Setidaknya 64 warga Palestina yang tewas adalah warga sipil, Reuters melaporkan.
Pejabat AS menyatakan serangan tersebut sebagai serangan teroris yang sangat keterlaluan. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby mengatakan, gadis AS yang diketahui bernama Hallel Ariel tewas setelah seorang pemuda Palestina berusia 17 tahun masuk ke rumahnya di Tepi Barat.
"Kami mengutuk dalam istilah terkuat atas serangan teroris yang keterlaluan pagi ini di Tepi Barat, di mana seorang gadis 13 tahun, Hallel Ariel, ditikam sampai mati di rumahnya," katanya, seperti dikutip dari laman ABC News, Jumat (1/7/2016).
"Aksi brutal teroris ini adalah contoh tidak adanya moral. Kami menyampaikan bela sungkawa terdalam kami untuk keluarganya. Kami juga memahami individu lain yang menanggapi serangan ini, terluka oleh penyerang. Kami sampaikan harapan kami agar pemulihan keadaan ini berlangsung dengan cepat," tambahnya.
Pelaku yang diidentifikasi sebagai Mohammed Tarayreh ditembak dan dibunuh oleh penjaga pasca insiden tersebut. Sejak September lalu, warga Palestina telah melakukan puluhan penusukan, penembakan dan serangan kendaraan yang menewaskan 33 warga Israel dan dua wisatawan Amerika.
Dalam periode yang sama, sekitar 200 warga Palestina tewas dan sebagian besar diidentifikasi oleh pemerintah Israel sebagai pelaku penyerangan. Setidaknya 64 warga Palestina yang tewas adalah warga sipil, Reuters melaporkan.
(ian)