ISIS Eksekusi Lima Aktivis Media Suriah
Selasa, 28 Juni 2016 - 19:46 WIB
ISIS Eksekusi Lima Aktivis Media Suriah
A
A
A
DAMASKUS - ISIS dilaporkan merilis sebuah video terbaru yang memperlihatkan pelaksanaan eksekusi terhadap lima aktivis media Suriah. Menurut kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), kelima orang itu diculik pada bulan Oktober.
SOHR mengatakan, lima aktivis media yang dieksekusi pada bulan Desember lalu itu biasa melakukan tugas peliputan di wilayah yang dikuasai oleh ISIS di Deir al-Zor, Suriah timur. Dalam video tersebut, sang narator menyinggung soal perang media terkait pemberitaan terhadap ISIS dan memberikan peringatan kepada mereka yang disebut sebagai tentara Salib dan musuh Tuhan.
Pendiri SOHR, Rami Abdurahman mengatakan, berita penahanan dan kematian para aktivis media itu sengaja disembunyikan karena tidak ada mayat yang telah ditemukan. Keluarga para aktivis tersebut takut dengan balasan yang mereka terima jika melaporkan kematian mereka seperti dikutip dari laman Independent, Selasa (28/6/2016).
Salah seorang pria yang dieksekusi dalam video tersebut, Sami Jawdat, kerap memberikan informasi kepada SOHR sejak perang saudara pecah di Suriah pada tahun 2011 lalu. Jawdat terus memberikan informasi setelah Deir al-Zor dikuasai oleh ISIS pada 2014 lalu. Ia juga kerap dikabarkan telah ditangkap dalam beberapa kali kesempatan.
Belajar dari penculikan dan pembunuhan aktivis, SOHR menyarankan kepada para aktivis untuk menahan diri dari mengambil foto atau video di daerah kekuasaan ISIS.
Menurut Komite Perlindungan Wartawan, Suriah adalah negara paling mematikan ketiga untuk wartawan. Setidaknya 95 wartawan tewas di negara itu sejak 2011.
SOHR mengatakan, lima aktivis media yang dieksekusi pada bulan Desember lalu itu biasa melakukan tugas peliputan di wilayah yang dikuasai oleh ISIS di Deir al-Zor, Suriah timur. Dalam video tersebut, sang narator menyinggung soal perang media terkait pemberitaan terhadap ISIS dan memberikan peringatan kepada mereka yang disebut sebagai tentara Salib dan musuh Tuhan.
Pendiri SOHR, Rami Abdurahman mengatakan, berita penahanan dan kematian para aktivis media itu sengaja disembunyikan karena tidak ada mayat yang telah ditemukan. Keluarga para aktivis tersebut takut dengan balasan yang mereka terima jika melaporkan kematian mereka seperti dikutip dari laman Independent, Selasa (28/6/2016).
Salah seorang pria yang dieksekusi dalam video tersebut, Sami Jawdat, kerap memberikan informasi kepada SOHR sejak perang saudara pecah di Suriah pada tahun 2011 lalu. Jawdat terus memberikan informasi setelah Deir al-Zor dikuasai oleh ISIS pada 2014 lalu. Ia juga kerap dikabarkan telah ditangkap dalam beberapa kali kesempatan.
Belajar dari penculikan dan pembunuhan aktivis, SOHR menyarankan kepada para aktivis untuk menahan diri dari mengambil foto atau video di daerah kekuasaan ISIS.
Menurut Komite Perlindungan Wartawan, Suriah adalah negara paling mematikan ketiga untuk wartawan. Setidaknya 95 wartawan tewas di negara itu sejak 2011.
(ian)