Turki Peringatkan Peningkatan Xenophobia Eropa Pasca Brexit

Sabtu, 25 Juni 2016 - 16:58 WIB
Turki Peringatkan Peningkatan...
Turki Peringatkan Peningkatan Xenophobia Eropa Pasca Brexit
A A A
ANKARA - Para pejabat Turki beramai-ramai berkomentar soal hengkangnya Inggris dari Uni Eropa (UE) pasca hasil referendum menunjukkan kemenangan kelompok Brexit. Mereka menilai, politisi Eropa gagal untuk mengatasi meningkatnya pandangan xenophobia dan anti imigran.

"Fragmentasi Uni Eropa telah dimulai. Inggris adalah yang pertama meninggalkan kapal," tulis Wakil Perdana Menteri Nurettin Canikli di Twitter seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (25/6/2016).

Sedangkan Menteri Turki Urusan UE, Omer Celik mengatakan, kampanye Inggris telah dirusak oleh Islamophobia dan sentimen anti-Turki yang didorong oleh politisi mainstream. "Ini telah menjadi proses mengkhawatirkan di mana politisi utama mengandalkan retorika kanan ini terlalu banyak," kata Celik dalam konferensi pers.

Sementara Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan, Uni Eropa harus mencerminkan kehati-hatian pada orang Inggris dan merangkul kebijakan yang lebih inklusif. Pejabat Turki lainnya, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan pembesaran dan integrasi kebijakan Uni Eropa telah gagal.

Kendati begitu, hubungan perdagangan antara Turki dengan Inggris dan UE tetap kuat. Inggris adalah pasar terbesar kedua Turki pada tahun 2015, dengan USD 10.500.000.000 senilai ekspor dan volume perdagangan total USD 16 miliar.

Menteri Ekonomi Nihat Zeybekci mengatakan, Turki akan terus mengambil langkah-langkah untuk mempertahankan dan memperkuat investasi, perdagangan luar negeri dan hubungan keuangan dengan Inggris.
(ian)
Berita Terkait
Langgar Kesepakatan...
Langgar Kesepakatan Brexit, UE Seret Inggris ke Jalur Hukum
Inggris: Covid-19, Resesi,...
Inggris: Covid-19, Resesi, dan Brexit
Inggris Pisah dari UE,...
Inggris Pisah dari UE, Antara Optimisme dan Pesimisme
PM Inggris Bantah Berupaya...
PM Inggris Bantah Berupaya Batalkan Kesepakatan Brexit
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Inggris setelah Brexit,...
Inggris setelah Brexit, Jadi Negara Adikuasa atau Makin Mundur?
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
1 jam yang lalu
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
3 jam yang lalu
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
5 jam yang lalu
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
8 jam yang lalu
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
9 jam yang lalu
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
10 jam yang lalu
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved