Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran

Selasa, 09 Juni 2026 - 08:22 WIB
loading...
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel pecat seorang wakil kepala Mossad setelah gagal dalam operasi meruntuhkan rezim Iran. Foto/Anadolu
A A A
TEL AVIV - Wakil kepala badan intelijen Mossad telah dipecat setelah lebih dari dua dekade mengabdi kepada badan mata-mata Israel tersebut. Laporan media Zionis mengungkap bahwa pemecatan itu terkait dengan gagalnya operasi yang bertujuan untuk meruntuhkan rezim ulama di Iran.

Channel 12, yang mengutip dua sumber anonim pemerintah Israel, melaporkan bahwa wakil kepala Mossad tersebut telah mengawasi proyek yang diluncurkan sekitar setahun yang lalu dengan anggaran satu miliar shekel (sekitar USD344 juta) dan tim yang terdiri dari ratusan personel.

Baca Juga: Iran Gantung Pekerja Nuklirnya karena Jadi Antek Mossad

Menurut laporan tersebut, Selasa (9/6/2026), operasi Mossad dimaksudkan untuk berkontribusi pada upaya menjatuhkan kepemimpinan Iran.

Sumber-sumber tersebut mengatakan kepada Channel 12 bahwa inisiatif tersebut gagal mencapai tujuannya.

“Seperti yang sudah diketahui semua orang, hasilnya tidak sesuai harapan," kata mereka.

Lebih lanjut, laporan itu mengatakan bahwa Direktur Mossad yang baru diangkat, Roman Gofman, memerintahkan pemecatan wakil kepala tersebut pada hari Jumat setelah 22 tahun mengabdi di Mossad.

Baik Mossad maupun pemerintah Israel tidak secara terbuka mengaitkan pemecatan tersebut dengan kegagalan operasi penjatuhan rezim Iran. Identitas wakil bos Mossad yang dipecat juga tidak diungkap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Pentagon Rilis Dokumen...
Pentagon Rilis Dokumen UFO, Ada Piring Terbang di Atas Bandara Zimbabwe
Rekomendasi
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved