Uni Eropa: Inggris, Packing dan Enyah Sekarang!

Sabtu, 25 Juni 2016 - 07:38 WIB
Uni Eropa: Inggris,...
Uni Eropa: Inggris, Packing dan Enyah Sekarang!
A A A
BRUSSELS - Para pemimpin Uni Eropa (UE) mengeluarkan pesan keras kepada Inggris untuk secepatnya hengkang. Pesan itu dikeluarkan untuk mennghentikan efek domino dari Brexit atau henkangnya Inggris dari Uni Eropa sesuai hasil referendum bersejarah di Inggris.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, menjadi salah satu pemimpin Eropa yang ikut menyampaikan pesan keras pada Inggris untuk secepatnya hengkang dari Uni Eropa. Pesan disampaikan di Berlin hari Jumat petang.

Presiden Uni Eropa Donald Tusk, Presiden Parlemen Uni Eropa Martin Shculz, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan Presiden Komisi Uni Eropa juga mengelurkan pernyataan senada setelah referendum Inggris menyatakan kubu pro-Brexit sebagai pemenang.

Packing tas Anda dan enyah sekarang!,” demikian pesan para pemimpin Uni Eropa kepada Inggris, seperti dilansir Daily Mirror.

”Kami sekarang berharap pemerintah Inggris untuk memberikan efek terhadap keputusan ini dari orang-orang Inggris sesegera mungkin, namun proses mungkin menyakitkan,” lanjut pernyataan para pemimpin Uni Eropa.

Baca juga:
Ini yang Terjadi Jika Inggris Hengkang dari Uni Eropa

Mereka melanjutkan bahwa, Inggris tidak perlu menunda hingga sekian bulan atau tahun untuk hengkang dari Uni Eropa.”Tidak perlu memperpanjang ketidakpastian,” imbuh para pemimpin Uni Eropa.

”Kami memiliki aturan untuk menangani ini dalam cara yang teratur. Pasal 50 Perjanjian (Lisbon) tentang Uni Eropa menetapkan prosedur yang harus diikuti jika suatu negara anggota memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa.”

David Cameron telah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Inggris sebagai konsekuensi rakyat Inggris memilih Brexit. Menurutnya, ada penggantinya pada Oktober mendatang. Cameron merupakan tokoh anti-Brexit atau yang mengampanyekan Inggris bertahan di Uni Eropa.

Secara terpisah, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan tidak ada alasan bagi Inggris untuk menunda proses keluar dari Uni Eropa sampai Oktober atau menunggu perdana menteri baru pengganti Cameron.

”Inggris memutuskan kemarin bahwa mereka ingin meninggalkan Uni Eropa, sehingga tidak masuk akal untuk menunggu sampai Oktober untuk mencoba menegosiasikan persyaratan kepergian mereka. Saya ingin memulai segera,” kata Juncker dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi ARD Jerman.

”Ini bukan perceraian damai, tapi itu tidak seperti hubungan cinta yang ketat pula,” imbuh dia, yang dilansir Sabtu (25/6/2016).
(mas)
Berita Terkait
Langgar Kesepakatan...
Langgar Kesepakatan Brexit, UE Seret Inggris ke Jalur Hukum
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Inggris Pisah dari UE,...
Inggris Pisah dari UE, Antara Optimisme dan Pesimisme
PM Inggris Bantah Berupaya...
PM Inggris Bantah Berupaya Batalkan Kesepakatan Brexit
Perdana Menteri Inggris...
Perdana Menteri Inggris Lupa Brexit Sudah Terjadi
PM Johnson: Inggris...
PM Johnson: Inggris Memilih Brexit Bukan Karena Tekanan Rusia
Berita Terkini
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
9 menit yang lalu
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
11 menit yang lalu
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
1 jam yang lalu
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
2 jam yang lalu
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
3 jam yang lalu
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved