Rusia Dituding Serang Basis Pemberontak yang Didukung AS
Jum'at, 17 Juni 2016 - 19:05 WIB
Rusia Dituding Serang Basis Pemberontak yang Didukung AS
A
A
A
WASHINGTON - Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan, Rusia telah menyerang basis pemberontak Suriah yang didukung oleh AS di Suriah selatan. Tindakan agresif oleh Moskow ini menimbulkan keprihatinan serius.
"Pesawat Rusia melakukan serangkaian serangan udara di dekat al-Tanf, melawan pasukan yang memerangi ISIS, termasuk individu yang telah menerima dukungan AS," kata pejabat pertahanan senior AS, seperti dikutip dari Business Insider, Jumat (17/6/2016).
"Pesawat Rusia sebelumnya tidak pernah aktif di wilayah selatan Suriah, dan di sana tidak ada tentara rezim Suriah atau pasukan darat Rusia di sekitarnya," imbuh pejabat yang minta identitasnya dirahasikan itu.
Insiden ini diyakini akan merusak hubungan Washington dan Moskow yang sudah merenggang terkait masalah Suriah. "Tindakan terbaru Rusia meningkatkan perhatian serius tentang niat Rusia. Kami akan meminta penjelasan dari Rusia, mengapa mengambil tindakan ini dan jaminan hal ini tidak terjadi lagi," kata pejabat itu.
Diketahui, pada awal tahun 2015, militer AS meluncurkan program USD500 juta untuk melatih seluruh pemberontak moderat Suriah untuk melawan anggota ISIS. Tapi, pemberian senjata itu berujung pada kegagalan, setelah jumlah pemberontak yang mengikuti program itu tidak mencapai 5.000 orang. Bahkan, beberapa dari mereka menyerahkan senjata dan amunisi kepada Front al-Nusra, kelompok sayap Al-Qaeda.
"Pesawat Rusia melakukan serangkaian serangan udara di dekat al-Tanf, melawan pasukan yang memerangi ISIS, termasuk individu yang telah menerima dukungan AS," kata pejabat pertahanan senior AS, seperti dikutip dari Business Insider, Jumat (17/6/2016).
"Pesawat Rusia sebelumnya tidak pernah aktif di wilayah selatan Suriah, dan di sana tidak ada tentara rezim Suriah atau pasukan darat Rusia di sekitarnya," imbuh pejabat yang minta identitasnya dirahasikan itu.
Insiden ini diyakini akan merusak hubungan Washington dan Moskow yang sudah merenggang terkait masalah Suriah. "Tindakan terbaru Rusia meningkatkan perhatian serius tentang niat Rusia. Kami akan meminta penjelasan dari Rusia, mengapa mengambil tindakan ini dan jaminan hal ini tidak terjadi lagi," kata pejabat itu.
Diketahui, pada awal tahun 2015, militer AS meluncurkan program USD500 juta untuk melatih seluruh pemberontak moderat Suriah untuk melawan anggota ISIS. Tapi, pemberian senjata itu berujung pada kegagalan, setelah jumlah pemberontak yang mengikuti program itu tidak mencapai 5.000 orang. Bahkan, beberapa dari mereka menyerahkan senjata dan amunisi kepada Front al-Nusra, kelompok sayap Al-Qaeda.
(ian)