Sekjen PBB Mengaku Diancam Arab Saudi Cs
Jum'at, 10 Juni 2016 - 20:34 WIB
Sekjen PBB Mengaku Diancam Arab Saudi Cs
A
A
A
NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Ban Ki-moon, buka suara terkait keputusannya mencabut koalisi Arab Saudi dari daftar hitam pelaku kejahatan kemanusiaan. Ki-moon mengaku pendukung Arab Saudi mengancam akan menghentikan pendanaan sejumlah program PBB jika mereka tidak dikeluarkan dari daftar hitam tersebut.
Ki-moon mengatakan, ia harus mempertimbangkan prospek yang sangat nyata bahwa jutaan anak-anak lain di wilayah Palestina, Sudan Selatan, Suriah, Yaman dan banyak tempat lain akan menderita jika program PBB tidak mendapatkan pendanaan.
"Ini adalah salah satu keputusan yang paling menyakitkan dan sulit yang harus saya buat," katanya tanpa menyebut negara mana yang melakukan hal itu, seperti dikutip dari laman CBS News, Jumat (10/6/2016).
Ki-moon mengaku selalu tunduk pada tekanan dari 139 negara anggota. Namun, kali ini beberapa negara anggota telah bertindak terlalu jauh. Ia pun menyatakan bahwa tindakan itu tidak dapat diterima untuk negara anggota memberikan tekanan yang tidak semestinya.
Sebelumnya, PBB telah mencabut koalisi pimpinan Arab Saudi dari daftar hitam kejahatan kemanusiaan. Keputusan PBB ini pun mendapat kecaman dari lembaga kemanusiaan internasional seperti Human Rights Watch (HRW) dan Amnesty International.
(Baca juga: Cabut Koalisi Saudi dari Daftar Hitam, PBB Dikecam)
Ki-moon mengatakan, ia harus mempertimbangkan prospek yang sangat nyata bahwa jutaan anak-anak lain di wilayah Palestina, Sudan Selatan, Suriah, Yaman dan banyak tempat lain akan menderita jika program PBB tidak mendapatkan pendanaan.
"Ini adalah salah satu keputusan yang paling menyakitkan dan sulit yang harus saya buat," katanya tanpa menyebut negara mana yang melakukan hal itu, seperti dikutip dari laman CBS News, Jumat (10/6/2016).
Ki-moon mengaku selalu tunduk pada tekanan dari 139 negara anggota. Namun, kali ini beberapa negara anggota telah bertindak terlalu jauh. Ia pun menyatakan bahwa tindakan itu tidak dapat diterima untuk negara anggota memberikan tekanan yang tidak semestinya.
Sebelumnya, PBB telah mencabut koalisi pimpinan Arab Saudi dari daftar hitam kejahatan kemanusiaan. Keputusan PBB ini pun mendapat kecaman dari lembaga kemanusiaan internasional seperti Human Rights Watch (HRW) dan Amnesty International.
(Baca juga: Cabut Koalisi Saudi dari Daftar Hitam, PBB Dikecam)
(ian)