Dukungan Melejit, Hillary Akan Jadi Capres Wanita Pertama AS
Selasa, 07 Juni 2016 - 10:23 WIB
Dukungan Melejit, Hillary Akan Jadi Capres Wanita Pertama AS
A
A
A
CALIFORNIA - Dukungan para delegasi dari Partai Demokrat untuk kandidat calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton, melejit. Hillary akan menjadi capres wanita pertama AS dalam 240 tahun terakhir.
Dukungan untuk Hillary meningkat setelah dia memenangkan pemilu primer Partai Demokrat di Puerto Rico yang digelar pada hari Minggu. Dia telah berhasil meraih dukungan 1.812 delegasi.
Dengan demikian, dia masih membutuhkan dukungan 572 delegasi super untuk memenuhi syarat menjadi capres AS yang harus mendapat dukungan 2.384 delegasi.
Berbicara di Long Beach, California, hari Senin waktu setempat, Hillary Clinton mengatakan bahwa dia masih fokus pada negara-negara bagian yang tersisa untuk meraih dukungan penuh.
”Kami berada di ambang momen bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya, tapi kami masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, bukan?" kata Hillary.
”Kami memiliki enam Pemilu besok dan akan berjuang keras untuk setiap (dukungan) individu, terutama di sini, di California,” katanya lagi, seperti dikutip CNN, Selasa (7/6/2016).
Pemilu Presiden tahun ini menjadi kesempatan penting bagi istri mantan Presiden Bill Clinton itu setelah delapan tahun lalu, dia dikalahkan oleh rival separtainya, Barack Obama.
Mantan Menteri Luar Negeri AS ini diprediksi akan bertarung sengit dengan capres dari Partai Republik yang kemungkinan besar akan mengusung Donald Trump.
Dukungan untuk Hillary meningkat setelah dia memenangkan pemilu primer Partai Demokrat di Puerto Rico yang digelar pada hari Minggu. Dia telah berhasil meraih dukungan 1.812 delegasi.
Dengan demikian, dia masih membutuhkan dukungan 572 delegasi super untuk memenuhi syarat menjadi capres AS yang harus mendapat dukungan 2.384 delegasi.
Berbicara di Long Beach, California, hari Senin waktu setempat, Hillary Clinton mengatakan bahwa dia masih fokus pada negara-negara bagian yang tersisa untuk meraih dukungan penuh.
”Kami berada di ambang momen bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya, tapi kami masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, bukan?" kata Hillary.
”Kami memiliki enam Pemilu besok dan akan berjuang keras untuk setiap (dukungan) individu, terutama di sini, di California,” katanya lagi, seperti dikutip CNN, Selasa (7/6/2016).
Pemilu Presiden tahun ini menjadi kesempatan penting bagi istri mantan Presiden Bill Clinton itu setelah delapan tahun lalu, dia dikalahkan oleh rival separtainya, Barack Obama.
Mantan Menteri Luar Negeri AS ini diprediksi akan bertarung sengit dengan capres dari Partai Republik yang kemungkinan besar akan mengusung Donald Trump.
(mas)