Saudi Tolak Permintaan PM Israel untuk Ubah Inisatif Perdamaian Arab

Sabtu, 04 Juni 2016 - 08:43 WIB
Saudi Tolak Permintaan...
Saudi Tolak Permintaan PM Israel untuk Ubah Inisatif Perdamaian Arab
A A A
PARIS - Pemerintah Arab Saudi melalui Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir menolak permintaan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mengubah dan memperbarui Inisiatif Perdamaian Arab 2002. Inisiatif ini merupakan solusi dari negara-negara Arab untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina.

Penolakan Jubeir itu muncul saat menanggapi pertanyaan media Israel, Haaretz, di sebuah konferensi pers yang diadakan setelah pertemuan puncak perdamaian di Paris, Prancis.

”Mengapa kita harus mengubah Inisiatif Perdamaian Arab? Saya percaya bahwa argumen Inisiatif Perdamaian Arab perlu untuk diakomodasi. (Permintaan) Israel bukan pendekatan yang tepat,” katanya.

Al-Jubeir mencatat bahwa Inisiatif Perdamaian Arab tidak pernah diambil dari meja dan telah disetujui oleh negara-negara Arab beberapa kali sejak pembentukannya pada tahun 2002.

”Ini di atas meja dan itu adalah dasar yang kokoh untuk mengakhiri konflik," katanya. "Kami dan seluruh dunia percaya bahwa Inisiatif Perdamaian Arab merupakan pilihan terbaik untuk menyelesaikan konflik dan kami berharap kebijakan ini berlaku di Israel juga dan bahwa Israel akan menerima inisiatif ini,” ujarnya.

“Inisiatif Perdamaian Arab sangat jelas dan sejalan dengan resolusi internasional dan memiliki semua elemen yang diperlukan untuk penyelesaian akhir. Inisiatif Perdamaian Arab memberikan Israel dengan banyak insentif dan itu Israel agar menerima itu.” Imbuh Al-Jubeir.

Inisiatif Perdamaian Arab dirancang oleh Saudi yang diadopsi oleh Liga Arab pada tahun 2002. Dalam inisiatif itu, semua negara-negara Arab yang berpartisipasi akan menormalkan hubungan dengan Israel jika kedua belah pihak mencapai kesepakatan untuk penciptaan sebuah bangsa Palestina dengan perbatasan tahun 1967. Selain itu, dalam insiatif tersebut dinyatakan Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina.

Pada hari Senin, setelah Avigdor Lieberman dilantik sebagai Menteri Pertahanan Israel, Netanyahu menyampaikan pidato di mana ia menyuarakan pandangan positif pada Inisiatif Perdamaian Arab, tetapi dia mengusulkan agar diubah isinya.

”Saya ingin mengatakan bahwa saya berkewajiban untuk mencapai perdamaian dengan tetangga kita - Palestina dan semua tetangga kami," kata Netanyahu. "Inisiatif Arab juga memiliki beberapa unsur yang sangat, sangat positif yang memungkinkan dialog serius dengan semua tetangga kami di wilayah ini,” kata Netanyahu.

”Kami bersedia untuk bernegosiasi dengan negara-negara Arab untuk merevisi inisiatif sehingga mencerminkan perubahan dramatis di wilayah ini sejak tahun 2002,” ujar Netanyahu.
(mas)
Berita Terkait
Arab Saudi Kutuk Keras...
Arab Saudi Kutuk Keras Agresi Israel di Wilayah Palestina
Arab Saudi Kecam Keputusan...
Arab Saudi Kecam Keputusan Israel Bangun 800 Unit Permukiman Baru
Israel Intensifkan Pencaplokan...
Israel Intensifkan Pencaplokan Tepi Barat, Arab Saudi Marah Besar!
Apakah Arab Saudi Membantu...
Apakah Arab Saudi Membantu Palestina? Berikut Penjelasannya
Presiden Israel Sebut...
Presiden Israel Sebut Normalisasi dengan Arab Saudi Jadi Kunci untuk Akhiri Perang
Pangeran Arab Saudi:...
Pangeran Arab Saudi: Kerajaan Akan Akui Negara Israel Jika....
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
8 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
10 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
11 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
12 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
13 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
14 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved