Bocah Jepang Dihukum Ditinggalkan di Hutan Picu Kemarahan
Selasa, 31 Mei 2016 - 14:57 WIB
Bocah Jepang Dihukum Ditinggalkan di Hutan Picu Kemarahan
A
A
A
TOKYO - Publik Jepang melalui media sosial meluapkan kemarahan atas tindakan orangtua yang menghukum bocah tujuh tahun dengan meninggalkannya di hutan. Bocah itu hilang dan nasibnya tidak diketahui.
Sebanyak 130 penyelamat termasuk para polisi berkuda pada Selasa (31/5/2016) menyusuri kawasan pegunungan di sebelah utara Hokaido untuk mencari bocah cilik tersebut. Dia dihukum orangtuanya dengan ditinggalkan di hutan sendirian karena nakal.
Bocah cilik bernama Yamato itu hilang sejak hari Sabtu pekan lalu. Orangtuanya mengatakan kepada polisi bahwa anaknya dihukum setelah melempar batu kepada orang-orang dan mobil yang lewat.
Semula, Yamato ditinggalkan sendirian dalam jarak 500 meter dari jalan. Tapi, ketika orangtuanya kembali, anak tersebut sudah hilang.
”Kami telah melakukan hal yang tak termaafkan untuk anak kami, dan kami telah menyebabkan banyak masalah bagi semua orang,” kata ayah Yamato, Takayuki Tanooka, kepada wartawan televisi, yang dikutip Reuters.
”Saya hanya berharap dia aman,” katanya lagi.
Ribuan melalui media sosial berdoa untuk keselamatan Yamato. Terlebih, wilayah hutan tempat Yamato menghilang terkenal bersuhu dingin di malam hari hingga mencapai 45 Fahrenheit.
Yamato hanya mengenakan T-shirt dan celana jeans saat ditinggalkan orangtuanya.
”Ketika saya berpikir tentang dia yang sendirian di hutan seperti itu, hati saya sakit,” bunyi komentar seorang pengguna media sosial.
Banyak orang menegur orangtua Yamato yang dianggap lalai. ”Jika dia benar-benar melemparkan batu ke mobil, yang menunjukkan tidak ada disiplin, dan mungkin tidak cukup (mendapat) cinta yang baik,” tulis pengguna media sosial lainnya.
”Apapun hasilnya, ini adalah kelalaian orangtua. Ini dingin, di pegunungan Hokkaido, dan saya mendengar ada beruang juga,” tulis pengguna media sosial yang menggambarkan kondisi berbahaya tentang hutan di Hokaido.
Sebanyak 130 penyelamat termasuk para polisi berkuda pada Selasa (31/5/2016) menyusuri kawasan pegunungan di sebelah utara Hokaido untuk mencari bocah cilik tersebut. Dia dihukum orangtuanya dengan ditinggalkan di hutan sendirian karena nakal.
Bocah cilik bernama Yamato itu hilang sejak hari Sabtu pekan lalu. Orangtuanya mengatakan kepada polisi bahwa anaknya dihukum setelah melempar batu kepada orang-orang dan mobil yang lewat.
Semula, Yamato ditinggalkan sendirian dalam jarak 500 meter dari jalan. Tapi, ketika orangtuanya kembali, anak tersebut sudah hilang.
”Kami telah melakukan hal yang tak termaafkan untuk anak kami, dan kami telah menyebabkan banyak masalah bagi semua orang,” kata ayah Yamato, Takayuki Tanooka, kepada wartawan televisi, yang dikutip Reuters.
”Saya hanya berharap dia aman,” katanya lagi.
Ribuan melalui media sosial berdoa untuk keselamatan Yamato. Terlebih, wilayah hutan tempat Yamato menghilang terkenal bersuhu dingin di malam hari hingga mencapai 45 Fahrenheit.
Yamato hanya mengenakan T-shirt dan celana jeans saat ditinggalkan orangtuanya.
”Ketika saya berpikir tentang dia yang sendirian di hutan seperti itu, hati saya sakit,” bunyi komentar seorang pengguna media sosial.
Banyak orang menegur orangtua Yamato yang dianggap lalai. ”Jika dia benar-benar melemparkan batu ke mobil, yang menunjukkan tidak ada disiplin, dan mungkin tidak cukup (mendapat) cinta yang baik,” tulis pengguna media sosial lainnya.
”Apapun hasilnya, ini adalah kelalaian orangtua. Ini dingin, di pegunungan Hokkaido, dan saya mendengar ada beruang juga,” tulis pengguna media sosial yang menggambarkan kondisi berbahaya tentang hutan di Hokaido.
(mas)