Dikecam karena Gorila Harambe Ditembak Mati, Ibu Bocah Membela Diri
Selasa, 31 Mei 2016 - 08:39 WIB
Dikecam karena Gorila Harambe Ditembak Mati, Ibu Bocah Membela Diri
A
A
A
OHIO - Ibu dari bocah empat tahun yang jatuh ke kandang gorila Kebun Binatang (Bonbin) Cincinnati, Amerika Serikat (AS) yang menyebabkan Gorila Harambe ditembak mati kini angkat bicara untuk membela diri setelah dikecam publik.
Gorila langka bernama Harambe ditembak mati penjaga Bonbin Cincinnati setelah menyeret bocah cilik yang jatuh di kolam kandang gorila. Pembunuhan terhadap gorila langka ini memicu kemarahan warga AS dan berbagai negara, terlebih Gorila Harambe saat kejadian justru berupaya melindungi bocah yang jatuh tersebut.
Baca:
Seret Bocah 4 Tahun, Gorila Bonbin Cincinnati Ditembak Mati
Michelle Gregg, ibu anak kecil itu membela diri melalui tulisan di Facebook, yang kemudian dihapus.
”Tuhan melindungi anak saya sampai pihak berwenang bisa mendapatkan dia. Anak saya selamat dan bisa pergi dengan gegar otak dan beberapa goresan, tidak ada tulang yang patah atau luka,” tulis Michelle Gregg.
“Masyarakat kita cepat untuk menilai bagaimana orangtua bisa mengawasi anak mereka dan jika ada yang tahu, saya terus mencermati anak-anak saya secara ketat. Kecelakaan terjadi,” lanjut tulisan Gregg yang dikutip beberapa media AS, Selasa (31/5/2016).
Para pengunjung Bobin Cincinnati pada hari Sabtu terkejut saat melihat seorang anak empat tahun memanjat pagar tanpa pengawasan dan akhirnya jatuh ke kandang gorila.
Kematian Gorila Harambe berumur 17 tahun dengan berat 180 kilogram itu menuai empati dari warga AS dan warga dari berbagai negara.
Baca juga:
Pembunuhan Gorila Harambe demi Selamatkan Bocah Picu Kemarahan
Direktur Bonbin Cincinnati, Thayne Maynard, mengatakan pembunuhan terhadap Gorila Harambe adalah keputusan sulit.
”Gorila itu jelas gelisah. Gorila jelas bingung. Menengok ke belakang, kita akan membuat keputusan yang sama,” kata Maynard dalam konferensi pers, hari Senin.
Menurutnya, meski Gorila Harambe tampak tidak menyerang tapi nyawa anak kecil itu berada dalam bahaya. Tembakan bius, kata dia, tidak diambil karena obat bius tidak memiliki efek cepat.
Pihak Bonbin Cincinnati juga merilis pernyataan soal kematian gorila itu. ”Kami patah hati tentang kehilangan Harambe, tapi kehidupan seorang anak dalam bahaya dan keputusan cepat harus dibuat,” katanya.
Gorila langka bernama Harambe ditembak mati penjaga Bonbin Cincinnati setelah menyeret bocah cilik yang jatuh di kolam kandang gorila. Pembunuhan terhadap gorila langka ini memicu kemarahan warga AS dan berbagai negara, terlebih Gorila Harambe saat kejadian justru berupaya melindungi bocah yang jatuh tersebut.
Baca:
Seret Bocah 4 Tahun, Gorila Bonbin Cincinnati Ditembak Mati
Michelle Gregg, ibu anak kecil itu membela diri melalui tulisan di Facebook, yang kemudian dihapus.
”Tuhan melindungi anak saya sampai pihak berwenang bisa mendapatkan dia. Anak saya selamat dan bisa pergi dengan gegar otak dan beberapa goresan, tidak ada tulang yang patah atau luka,” tulis Michelle Gregg.
“Masyarakat kita cepat untuk menilai bagaimana orangtua bisa mengawasi anak mereka dan jika ada yang tahu, saya terus mencermati anak-anak saya secara ketat. Kecelakaan terjadi,” lanjut tulisan Gregg yang dikutip beberapa media AS, Selasa (31/5/2016).
Para pengunjung Bobin Cincinnati pada hari Sabtu terkejut saat melihat seorang anak empat tahun memanjat pagar tanpa pengawasan dan akhirnya jatuh ke kandang gorila.
Kematian Gorila Harambe berumur 17 tahun dengan berat 180 kilogram itu menuai empati dari warga AS dan warga dari berbagai negara.
Baca juga:
Pembunuhan Gorila Harambe demi Selamatkan Bocah Picu Kemarahan
Direktur Bonbin Cincinnati, Thayne Maynard, mengatakan pembunuhan terhadap Gorila Harambe adalah keputusan sulit.
”Gorila itu jelas gelisah. Gorila jelas bingung. Menengok ke belakang, kita akan membuat keputusan yang sama,” kata Maynard dalam konferensi pers, hari Senin.
Menurutnya, meski Gorila Harambe tampak tidak menyerang tapi nyawa anak kecil itu berada dalam bahaya. Tembakan bius, kata dia, tidak diambil karena obat bius tidak memiliki efek cepat.
Pihak Bonbin Cincinnati juga merilis pernyataan soal kematian gorila itu. ”Kami patah hati tentang kehilangan Harambe, tapi kehidupan seorang anak dalam bahaya dan keputusan cepat harus dibuat,” katanya.
(mas)