Paspampres Obama Tembak Pria Berpistol di Dekat Gedung Putih
Sabtu, 21 Mei 2016 - 10:50 WIB
Paspampres Obama Tembak Pria Berpistol di Dekat Gedung Putih
A
A
A
WASHINGTON - Seorang agen Secret Service menembak seorang pria yang mengacungkan pistol di dekat Gedung Putih pada Jumat waktu AS.
Penembakan oleh agen yang dikenal sebagai Paspampres AS ini terjadi saat Presiden Barack Obama pergi bermain golf.
Pria berpistol itu telah dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Gedung Putih memastikan para agen Secret Service melindungi keluarga presiden dan wakil presiden AS di kompleks Gedung Putih.
Pihak Secret Service dalam sebuah pernyataan mengatakan, pria yang ditembak semula mendekati pos pemeriksaan. Dia kemudian diperintahkan agen Secret Service berseragam untuk berhenti dan menjatuhkan senjatanya.
”Ketika subjek gagal mematuhi perintah verbal, dia ditembak sekali oleh agen Secret Service dan dibawa ke tahanan,” bunyi pernyataan Secret Service, seperti dikutip Reuters, Sabtu (21/5/2016).
Seorang pengunjung kompleks Gedung Putih, Brett Polivka asal Texas, mengatakan pria berpistol tersebut berusia 20-an tahun. Dia berjalan ke arah Gedung Putih sembari menunjukkan pistol warna perak.
”Beberapa petugas menarik senjata mereka, membidik ke arahnya dan dalam waktu dua atau tiga detik kami mendengar suara tembakan,” kata Polivka.
Sementara itu, pihak Gedung Putih mengatakan, Presiden Obama sudah diberitahu soal penembakan.”Semua orang di Gedung Putih aman,” kata pihak Gedung Putih melalui seorang pejabat.
Insiden di dekat Gedung Putih bukan sekali ini terjadi. Pada September 2014, seorang pria pembawa pisai melompati pagar dan berlari menuju Gedung Putih.
Jauh sebelum itu, yakni pada tahun 2011, seorang pria menyerang Gedung Putih dengan tembakan senapan otomatis, meskipun tidak ada kerusakan pada bangunan kantor Presiden AS tersebut.
Penembakan oleh agen yang dikenal sebagai Paspampres AS ini terjadi saat Presiden Barack Obama pergi bermain golf.
Pria berpistol itu telah dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Gedung Putih memastikan para agen Secret Service melindungi keluarga presiden dan wakil presiden AS di kompleks Gedung Putih.
Pihak Secret Service dalam sebuah pernyataan mengatakan, pria yang ditembak semula mendekati pos pemeriksaan. Dia kemudian diperintahkan agen Secret Service berseragam untuk berhenti dan menjatuhkan senjatanya.
”Ketika subjek gagal mematuhi perintah verbal, dia ditembak sekali oleh agen Secret Service dan dibawa ke tahanan,” bunyi pernyataan Secret Service, seperti dikutip Reuters, Sabtu (21/5/2016).
Seorang pengunjung kompleks Gedung Putih, Brett Polivka asal Texas, mengatakan pria berpistol tersebut berusia 20-an tahun. Dia berjalan ke arah Gedung Putih sembari menunjukkan pistol warna perak.
”Beberapa petugas menarik senjata mereka, membidik ke arahnya dan dalam waktu dua atau tiga detik kami mendengar suara tembakan,” kata Polivka.
Sementara itu, pihak Gedung Putih mengatakan, Presiden Obama sudah diberitahu soal penembakan.”Semua orang di Gedung Putih aman,” kata pihak Gedung Putih melalui seorang pejabat.
Insiden di dekat Gedung Putih bukan sekali ini terjadi. Pada September 2014, seorang pria pembawa pisai melompati pagar dan berlari menuju Gedung Putih.
Jauh sebelum itu, yakni pada tahun 2011, seorang pria menyerang Gedung Putih dengan tembakan senapan otomatis, meskipun tidak ada kerusakan pada bangunan kantor Presiden AS tersebut.
(mas)