Buktikan Serangan 9/11 Konspirasi, Miliarder AS Siapkan Aksi Mirip

Selasa, 17 Mei 2016 - 12:14 WIB
Buktikan Serangan 9/11...
Buktikan Serangan 9/11 Konspirasi, Miliarder AS Siapkan Aksi Mirip
A A A
BANGKOK - Seorang miliarder Amerika Serikat (AS) bernama Paul Salo, percaya bahwa serangan 9/11 terhadap menara kembar WTC adalah konspirasi. Untuk membuktikannya, dia menyiapkan aksi yang mirip dengan serangan 9/11.

Untuk aksi aneh ini, Salo menyiapkan dana 1,8 juta dolar Australia atau sekitar Rp17,5 miliar.

Salo yang kini tinggal di Thailand telah mengungkapkan rencananya untuk membeli pesawat Boeing 747 untuk tujuan tunggal. Yakni, pesawat akan dikendalikan dengan sistem auto pilot dan dihantamkan ke sebuah bangunan kosong di sebuah pedesaan dengan kecepatan 900 kilometer per jam.

Miliarder AS ini menyebut usahanya sebagai “proyek penting” yang akan membuktikan teori konspirasi tentang serangan 11 September 2001 (9/11) terhadap menara kembar World Trade Center (WTC) DI Manhattan, New York, AS.

Dalam video promosi untuk “reka ulang” serangan itu, Salo mengatakan; "Jika Anda ragu tentang (serangan) 9/11, kami ingin ledakkan ini berkeping-keping atau kami ingin membuktikan bahwa Anda benar-benar tepat.”

”Kami akan membeli (Boeing) 747 atau setara pesawat itu, yang hendak keluar dari layanan, kami akan mengisinya dengan bahan bakar jet penuh, kami akan membeli sebuah bangunan yang akan dirobohkan di pedesaan. Kami akan hantamkan pada kecepatan 900 km per jam ke dalam gedung itu,” lanjut Salo, seperti dikutip news.com.au, Selasa (17/5/2016).

”Jika yang ada hanya sebuah lubang berasap di dalam gedung dan tidak ada yang terjadi, Anda cukup banyak tahu bahwa itu tipuan, kan? Sebab, sudah jelas, kan?,” katanya.

”Tentu, beberapa orang mungkin akan marah, tapi kami pantas untuk mencari tahu apa yang terjadi,” imbuh dia membela rencananya itu.

Pengusaha, yang lahir dan dibesarkan di California ini, menambahkan bahwa dia percaya reka ulang akan membuktikan bahwa aksi "fisika serupa” telah menyebabkan menara kembar runtuh pada 11 September 2001.

Dalam serangan dua pesawat Boeing 767 yang dibajak pada 11 September 2001 dan dihantamkan ke menara kembar WTC, hampir 3 ribu orang tewas. AS menuduh Al-Qaeda dalang serangan itu dan pada Mei 2011 pasukan khusus AS membunuh pendiri Al-Qaeda, Osama bin Laden.
(mas)
Berita Terkait
AS Tawarkan Imbalan...
AS Tawarkan Imbalan Rp58 M untuk Petinggi Al-Qaeda
5 Fakta al-Qaeda, Organisasi...
5 Fakta al-Qaeda, Organisasi Paramiliter Jihad yang Menentang Amerika Serikat
Jenderal Mark Milley:...
Jenderal Mark Milley: Al-Qaeda Dapat Mengancam AS dalam Setahun
Janji Ceraikan Al-Qaeda,...
Janji 'Ceraikan' Al-Qaeda, Taliban Ternyata Masih Berhubungan Mesra
AS Kembali Wanti-wanti...
AS Kembali Wanti-wanti Soal Kebangkitan Al-Qaeda Pasca Penarikan Pasukan Asing
Jenderal AS Sebut Afghanistan...
Jenderal AS Sebut Afghanistan Berada di Ambang Perang Saudara
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
2 menit yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
1 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
2 jam yang lalu
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
3 jam yang lalu
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
4 jam yang lalu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
4 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved