Turki Siap Berangus ISIS di Perbatasan Suriah
Kamis, 12 Mei 2016 - 22:28 WIB
Turki Siap Berangus ISIS di Perbatasan Suriah
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyep Erdogan mengatakan, militer negaranya tengah mempersiapkan diri untuk membersihkan sisi perbatasan Suriah dari anggota ISIS. Hal itu sebagai tanggapan atas serangan roket mematikan yang menghantam Turki secara berulang-ulang.
"Kami melakukan semua persiapan yang diperlukan untuk membersihkan sisi lain dari perbatasan karena masalah di Kilis," kata Erdogan merujuk pada serangan ISIS yang menewaskan 12 warga Turki di Kilis, seperti disitat dari France24, Kamis (12/5/2016).
Namun, Erdogan mengeluhkan minimnya dukungan kepada Turki dari sekutu-sekutunya dalam memerangi ISIS dan menunjukkan Ankara siap untuk mengambil tindakan sepihak. Turki sendiri adalah anggota koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) dalam memerangi ISIS.
"Sementara warga negara kita jatuh martir setiap hari di jalan-jalan Kilis oleh roket yang diluncurkan dari sisi lain, apa yang bisa kita harapkan dari sekutu kami? Biar saya katakan di sini. Kami tidak akan ragu-ragu untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan," tegasnya.
Erdogan mengatakan, apa yang terjadi di Kilis akan menjadi ujian untuk menunjukkan ketulusan koalisi anti-IS dalam menghadapi ancaman.
"Kami tidak percaya ketulusan negara yang belum melihat roket jatuh di kota kami, seolah-olah mereka jatuh pada Moskow, London, Brussels, Washington, Paris atau Berlin," katanya.
"Kami melakukan semua persiapan yang diperlukan untuk membersihkan sisi lain dari perbatasan karena masalah di Kilis," kata Erdogan merujuk pada serangan ISIS yang menewaskan 12 warga Turki di Kilis, seperti disitat dari France24, Kamis (12/5/2016).
Namun, Erdogan mengeluhkan minimnya dukungan kepada Turki dari sekutu-sekutunya dalam memerangi ISIS dan menunjukkan Ankara siap untuk mengambil tindakan sepihak. Turki sendiri adalah anggota koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) dalam memerangi ISIS.
"Sementara warga negara kita jatuh martir setiap hari di jalan-jalan Kilis oleh roket yang diluncurkan dari sisi lain, apa yang bisa kita harapkan dari sekutu kami? Biar saya katakan di sini. Kami tidak akan ragu-ragu untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan," tegasnya.
Erdogan mengatakan, apa yang terjadi di Kilis akan menjadi ujian untuk menunjukkan ketulusan koalisi anti-IS dalam menghadapi ancaman.
"Kami tidak percaya ketulusan negara yang belum melihat roket jatuh di kota kami, seolah-olah mereka jatuh pada Moskow, London, Brussels, Washington, Paris atau Berlin," katanya.
(ian)