Mesir Buka Perbatasan Rafah-Gaza Selama 2 Hari
Rabu, 11 Mei 2016 - 22:08 WIB
Mesir Buka Perbatasan Rafah-Gaza Selama 2 Hari
A
A
A
GAZA CITY - Pemerintah Mesir membuka perbatasan Rafah yang menuju ke Jalur Gaza selama dua hari. Sebuah sumber di Komisi Perbatasan dan Penyebarangan Kementerian Dalam Negeri Gaza, mengatakan Mesir meminta agar penyeberang yang diprioritaskan adalah pemilik paspor negara itu.
Disitat dari Xinhua, Rabu (11/5/20160, dua bis pertama akan mengangkut warga Mesir. Pihak komisi Perbatasan dan Penyeberangan mengumumkan, pembukaan perbatasan ini akan dilakukan dua hari, yaitu pada Rabu dan Kamis. Terakhir kali perbatasan ini dibuka adalah pada 13 Februari. Saat itu, perbatasan dibuka selama tiga hari.
Meski begitu, kebijakan ini tidak selamanya mendapat respon positif. Wakil Menteri Kementerian Dalam Negeri Gaza, Kamel Abu Madi mengkritik pembukaan penyebrangan yang hanya dua hari. Menurutnya, hal itu tidak menyelesaikan krisis kemanusiaan yang memburuk di Jalur Gaza.
Abu Madi mengatakan, lebih dari 30 ribu orang terdaftar untuk melakukan perjalanan. Ia meminta pemerintah Mesir untuk segera membuka penyeberangan dan berlaku permanen, karena pintu masuk ini merupakan paru-paru Jalur Gaza untuk bernapas.
Sebuah delegasi tingkat tinggi dari gerakan Islam Hamas, yang mengontrol Jalur Gaza sejak tahun 2007, mengunjungi Kairo pada bulan April untuk menormalkan hubungan bilateral.
Hubungan antara Hamas dan pemimpin Mesir berfluktuasi pada 2013, menyusul penggulingan mantan Presiden dari kalangan Islam, Mohamed Morsi, serta tuduhan Mesir mengenai campur tangan Hamas dalam urusan internal.
Disitat dari Xinhua, Rabu (11/5/20160, dua bis pertama akan mengangkut warga Mesir. Pihak komisi Perbatasan dan Penyeberangan mengumumkan, pembukaan perbatasan ini akan dilakukan dua hari, yaitu pada Rabu dan Kamis. Terakhir kali perbatasan ini dibuka adalah pada 13 Februari. Saat itu, perbatasan dibuka selama tiga hari.
Meski begitu, kebijakan ini tidak selamanya mendapat respon positif. Wakil Menteri Kementerian Dalam Negeri Gaza, Kamel Abu Madi mengkritik pembukaan penyebrangan yang hanya dua hari. Menurutnya, hal itu tidak menyelesaikan krisis kemanusiaan yang memburuk di Jalur Gaza.
Abu Madi mengatakan, lebih dari 30 ribu orang terdaftar untuk melakukan perjalanan. Ia meminta pemerintah Mesir untuk segera membuka penyeberangan dan berlaku permanen, karena pintu masuk ini merupakan paru-paru Jalur Gaza untuk bernapas.
Sebuah delegasi tingkat tinggi dari gerakan Islam Hamas, yang mengontrol Jalur Gaza sejak tahun 2007, mengunjungi Kairo pada bulan April untuk menormalkan hubungan bilateral.
Hubungan antara Hamas dan pemimpin Mesir berfluktuasi pada 2013, menyusul penggulingan mantan Presiden dari kalangan Islam, Mohamed Morsi, serta tuduhan Mesir mengenai campur tangan Hamas dalam urusan internal.
(ian)